Jalinsum Nagasaribu ‘Babak-belur’

Senin, 21 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

PALUTA-METRO; Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Nagasaribu, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, boleh dikatakan ‘babak-belur’ alias rusak parah. Pasalnya, kondisi jalan lintas provinsi ini dipenuhi lubang dengan berbagai ukuran. Mulai lubang kecil hingga lubang besar yang siap menanti korban.

Kepala Desa Nagasaribu, Sopran Harahap, kepada METRO Minggu (20/12) mengatakan, kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut sudah berlangsung lama. Akibat kondisi jalan ini, pengguna jalan khususnya pengendara sepedamotor merasa terganggu.

Bahkan sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang menghambat aktivitas warga.

“Warga mengaku kesulitan mengangkut hasil sumber daya alam karena kondisi jalan tersebut,” ujar Sopran. Padahal, lanjut Sopran, penghasilan perkebunan rakyat cukup tinggi, seperti sawit mencapai 200 ton setiap bulan sedangkan karet berkisar 100 ton.

Hal senada diungkapkan, Firdaus (30), warga Nagasaribu. Menurutnya, kerusakan jalan ini terjadi sejak 5 tahun silam dan sudah berulangkali terjadi kecelakaan lalu-lintas terutama saat jalanan diguyur hujan dan tertutup genangan air.
Keduanya berharap, pemerintah Sumatera Utara segera memperbaiki jalan tersebut. Pasalnya, bila jalan tersebut tak kunjung diperbaiki maka para petani akan kesulitan menjual hasil pertanian ke luar desa. (thg)

Dinas PU Provinsi Tutup Mata

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara juga terkesan tutup mata dengan anjloknya Jalinsum Gunungtua-Sibuhuan tepatnya di Desa Tanjung, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas. Pasalnya, jalan sepanjang 6 meter dengan lebar sekitar 3 meter yang sudah berlangsung sekitar 3 bulan lamanya, hingga kini belum mendapat perhatian.

Pantauan METRO, akibat jalinsum yang anjlok sepanjang 6 meter dengan lebar 3 meter tersebut sudah banyak memakan korban pengendara lalu lintas.

Seperti tiga hari lalu, satu unit truk pengangkut sawit rute Binanga-Huta Lombang terperosok ke arah kanan jalan sampai ke parit jalan.

“Memang pemerintah ini, kita tidak mengerti gimana mas, soalnya kita bayar pajak jalan, tapi untuk memperbaiki jalinsum yang ambruk ini saja nggak ada perhatian pemerintah, apalagi seperti saya mas, tiap hari lewat sini mas, ngantar sawit ke pabrik, kadang lewat malam. Bahkan sering lewat hujan sedang turun lebat,” ujar Manto (45) sopir truk pengangkut sawit kepada METRO, Minggu (20/12).

Ditambahkannya, dirinya juga menyayangkan kepada pihak terkait atas lambannya kinerja terkait untuk mengantisipasi perbaikan jalinsum yang anjlok akibat faktor alam beberapa waktu lalu.

“Inikan tidak terlepas dari tanggung jawab pemerintah, apa mungkin tidak ada dana untuk perbaikan jalan yang ambruk ya?” tanyanya. (amr)

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Jalinsum Nagasaribu ‘Babak belur’facebook Jalinsum Nagasaribu ‘Babak belur’twitter Jalinsum Nagasaribu ‘Babak belur’linkedin Jalinsum Nagasaribu ‘Babak belur’email Jalinsum Nagasaribu ‘Babak belur’print Jalinsum Nagasaribu ‘Babak belur’

1 Comment

  1. Kepada Yth.
    Gubenur Sumatera Utara

    Jalinsum Desa Nagasaribu kec. Padang Bolak kab. Paluta memang sangat memprihatikan kondisinya kalau ,musim hujan banyak terdapat kubangan di tengan jalan sehingga sering menimbulkan kecelakaan, akibat jalan yang rusak parah harga hasil pertanian rakayat seperti sawit, karet dan pada jadi anjlok, akibatnya rakyat merugi. Untuk itu dimohon kepada Pemprov. Sumatera Utara kiranya berkenan memperbaiki jalan tersebut. Sehingga penderitaan rakyat selama 6 tahun ini dapat teratasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*