Jalinsum Padangsidimpuan – Madina Tertimbun Longsor

Tanggul saluran induk irigasi Batang Angkola yang jebol dan menyebabkan Jalinsum Psp-Madina tertimbun longsor. (Ridwan)

MADINA – Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Psp-Madina di Desa Huta Raja, Kecamatan Siabu, Madina, tertimbun longsor, Sabtu (6/12) sekira pukul 01.30 WIB. Ini disebabkan saluran induk irigasi Batang Angkola yang berada di sekitar jalinsum, jebol.

Informasi dihimpun, Sabtu (6/12), tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun akibat longsor yang menimbun badan jalan sekitar 50 meter dengan kedalaman kurang lebih 6 meter ini menyebabkan antrian panjang radius 5 km di Jalinsum Psp-Madina ini.

Dan jalan baru bisa dibuka Sabtu pagi sekira pukul 09.30 WIB, atas bantuan dua unit alat berat milik Balai Jalan dan Jembatan Regional I Sumatera Utara dan alat berat Dinas PU Pengairan Provinsi Sumut.

Di lokasi terlihat ada Camat Siabu Edi Sahlan, Kapolsek Siabu AKP M Rusli, Kasat Lantas Polres Madina AKP M Pasaribu SH dan beberapa petugas dari Koramil Siabu yang langsung turun mengatur lalu lintas. Longsor ini dikeluhkan pengguna jalan,ý sebab longsor terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, namun bantuan alat berat baru tiba ke lokasi sekitar pukul 06.00 WIB.

“Kami sudah di sini mulai pukul 02.00 WIB, tidak ada bantuan alat berat datang hingga pagi pukul 06.00 WIB, padahal kami harus berangkat ke Medan,” ujar seorang supir truk bermarga Harahap yang berasal dari Pasaman dan hendak ke Medan.

Baca Juga :  83 Kades Terpilih Tapsel Dilantik

Sementara, Pengawas Lapangan Bendungan Batang Angkola Kaslan Dalimunthe yang dijumpai di lokasi mengatakan, jebolnya tanggul Saluran Induk Bendungan Batang Angkola tersebut akibat dari rembesan air dan tersumbatnya gorong-gorong yang terdapat di pinggir jalan lintas Sumatera ini.

“Ini akibat dari rembesan air dan tersumbatnya gorong-gorong, sehingga tanggul jebol yang mengakibatkan tertimbunnya jalinsum, jangan dianggap ini terjadi akibat dari lemahnya konstruksi bangunan saluran irigasi,” katanya.

Pantauan METRO, jebolnya saluran induk bendungan tersebut diduga akibat lemahnya konstruksi bangunan, sehingga dek penahan yang ada tidak mampu menahan debit air, dan menurut keterangan warga setempat, proyek irigasi tersebut baru 5 tahun beroperasi. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*