Jalinsum Paluta terparah di Sumut

www.waspada.co.id

Illustrasi

GUNUNG TUA – Jalan lintas Sumatera (jalinsum) yang menghubungkan Padanglawas Utara- Padangsidimpuan-Padanglawas  kondisinya kini cukup parah. Bahkan kondisinya dinilai terparah di Sumatera Utara.

Ruas sepanjang jalan antara Simpang Baragas, Huataimbaru (Halongonan), Paranginan (Padang Bolak), Portibi dan Aek Godang nyaris sudah tidak ada lagi karena ada kubangan lumpur disana-sini.

Jalinsum di ruas jalan itu merupakan jalur padat. Setiap hari kendaraan dan truk pengangkut CPO dan barang melintasi jalan itu.

Saat musim penghujan, perjalanan acapkali menjadi terkendala karena truk yang terperosok lubang. Bila ada truk terperosok, dibutuhkan waktu pemulihan berjam-jam, karena truk lain tidak dapat melintas lagi karena jalan sempit. Apalagi muatan truk yang melintas di sana banyak yang melebihi tonase.

“Sudah sering macet disini. Pernah kami menunggu sampai enam jam, karena truk yang terperosok lubang,” ujar Hendra, salah seorang pengemudi truk yang melintas di Paranginan, tadi malam.

Kondisi jalan seperti ini sudah sering dikeluhkan para pengguna jalan. Namun, hingga kini belum ada respon dari pemerintah setempat. Kerusakan jalan makin diperparah dengan hancurnya aspal sejak tiga tahun terakhir.

Selain keluhan sopir truk dan ekspedisi, kerusakan jalinsum juga membuat kecewa penumpang yang menempuh perjalanan. ”Waktu yang ditempuh semakin lama, harus tahan panas dan debu,” kata Rosalinda, seorang penumpang angkutan bus.

Baca Juga :  Pemko Sidimpuan Terima 410 CPNS

Sementara warga Aek Godang, kecamatan Hulusihapas yang bermukim di sekitar pinggir Jalan Lintas Sumatera Aek Godang- Padangsidimpuan  nekad menanami badan jalan yang rusak dengan pohon pisang sebagai bentuk aksi protes mereka kepada pemerintah akibat jalan yang tak kunjung diperbaiki.

“Sampai saat ini rehabilitasi lanjutannya terkendala, sehingga mengakibatkan jalan dipenuhi debu,” kata H Siregar.

Dikatakan, jalan itu sudah beberapa bulan ini rusak parah dan belum juga dilanjutkan pengerjaannya. Bahkan, katanya, tidak jarang mobil yang melintas selalu meninggalkan kesan penuh dengan debu jalanan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. Pemkab Paluta dan Palas kurang perhatian memperjuangkan jalan-jalan antar kabupaten tsb, mereka sibuk bagaimana caranya menerima PNS sebanyak-banyaknya, contoh Pemkab Palas telah mengajukan penerimaan CPNS tahun 2010 sebanyak 1.818 orang, PNS penerimaan 2009 saja belum ditempatkan, mau dikemanakan lagi pegawai sebanyak itu ? Pak Bupati, tolong diutamakandulu pembangunan insprastruktur dan pembangunan mental PNS yang sudah ada

  2. apa mungkin karena letak jalan tersebut daerah perbatasan jadi belum jelas daerah mana(Tapsel atau Paluta) yang harusnya memperbaiki jalan tsb.??tapi kalau sdh jelas daerah Paluta yang membangun jalan tsb…capek kali ya dan kesal…jalan baru di bangun 3 tahun sudah hancur lagi..lah gimana ngak hancur di photo di atas jelas bahwa yang lalu lalang adalah kendaraan truck-truck yang MELEBIHI MUATAN….
    atau bisa juga dari awal di prediksi jalan akan tahan lebih dari 3 tahun,pengajuan anggaranpun tidak bisa..kenapa cuma bertahan 3 tahun (Tanya dong sama Kontraktornya….he..he..)

  3. 3 tahun sudah pemekaran, apa respon Bupati Paluta melihat jalan di Paluta kayak kubangan, jangan-jangan pemekaran hanya untuk tempat mencari Jabatan saja ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*