Jalinsum Pargarutan Rawan Antrian Akibat Sempit

Suasana lalu lintas yang antri di Jalinsum Pargarutan, Angkola Timur, Tapsel akibat sempitnya badan jalan dan dalamnya beram. (Amran)

TAPSEL – Kondisi jalan yang sempit dan beram yang dalam, diyakini menjadi faktor penyebab antrian yang kerab terjadi di Jalinsum Pargarutan, Angkola Timur, Tapsel.

Pantauan METRO, Jumat (5/12) Jalinsum dipenuhi antrian kenderaan, mulai dari Pasar Pargarutan hingga simpang Pargarutan Julu. Antrian terjadi karena dua truk yang berpapasan. Akibat kondisi jalan yang sempit, ditambah beram yang dalam, membuat masing-masing sopir truk harus hati-hati. Lantas, sekalipun akhirnya antrian bisa terurai namun untuk melewati jalur sepanjang 500 meter harus memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.

“Biasanya, pagi dan sore kerab terjadi antrian, karena banyak truk melintas. Jika kebetulan berpapasan di jalan yang beramnya dalam, dapat dipastikan akan lama antrinya,” sebut Gunung Harahap (50) warga setempat.

Pardamean (40) salah seorang pengguna jalan mengatakan, seharusnya kondisi jalan tersebut sudah mendesak untuk dilebarkan. Apalagi volume kenderaan akhir-akhir ini telah jauh meningkat. “Padahal, kondisi jalan masih tetap itu -itu saja,” terangnya.

Tentunya, sebut Dame, upaya pelebaran jalan yang terus dilakukan merupakan jawaban terhadap semakin tingginya kebutuhan fasilitas jalan yang layak di masa mendatang. “Memang pemerintah telah gencar melebarkan jalan. Dimasa mendatang kendaraan akan semakin banyak. Kita harus disiapkan fasilitas yang lebih layak,” terangnya.

Baca Juga :  Anton: PSSI-KPSI Korbankan Kepentingan Bangsa

Memang, 3 tahun terakhir, melalui sinerjitas antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tapsel, Pemerintah Provinsi Sumut dan bahkan pusat, melakukan sinerjitas dalam pembangunan jalur Jalinsum yang ada di Tapsel. Namun, antrian yang kerab terjadi di Pargarutan, harus ditangani dengan sinerjitas tersebut dimasa mendatang. (ran)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*