Jalinsum Poros Madina rawan

Jalur jalan lintas Sumatera (jalinsum) poros Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan satu-satunya alternatif transportasi Medan-Padang. Selain sangat rawan laka lantas, di beberapa titik badan jalan sempit, sehingga disana sangat diperlukan rambu-rambu lalu lintas yang permanen.

“Rata-rata jalinsum di Madina khususnya diantara Kecamatan Kotanopan –Kecamatan Muarasipongi mengitari Sungai Batang Gadis, sehingga para pengendara diharapkan ekstra hati-hati melewatinya utamanya pada malam hari,” ujar Ketua DPD LSM LIRA Madina, Abdul Muis Pulungan, sore ini.

Menurutnya, untuk kenyamanan bagi arus kendaraan cukup ramai melintasinya, di jalinsum tersebut perlu segera dibangun rambu-rambu lalu lintas, termasuk pagar pengaman jalan di beberapa titik yang terdapat jurang dengan kedalaman belasan meter.

“Tidak terkecuali dan jalan yang anjlok maupun amblas harus segera diperbaiki pemerintah dengan segera, sehingga para pengendara tidak terganggu di jalanan. Artinya, kalaupun kerusakan itu belum bisa ditanggulangi dengan segera, setidaknya di lokasi yang rawan itu bisa dibuatkan tanda-tanda agar masyarakat pengendara berhati-hati,” ujarnya.

Pengharapan yang sama juga disampaikan Ketua DPD KNPI Madina, Mulyadi Nasution. Ia berharap agar pemerintah melalui Dinas Perhubungan dapat memasang rambu-rambu lalu lintas yang efektif dan tepat guna di titik-titik rawan kecelakaan maupun longsor di jalinsum itu.

Mulyadi juga mendesak pemerintah agar segera memperbaiki kerusakan badan jalan negara yang terdapat di daerah itu, karena kondisinya kini makin parah, sehingga sewaktu-waktu bisa menimbulkan titik-titik kemacetan arus lalu lintas.

Baca Juga :  Bupati Ajak Warga Jaga Ekosistem Sungai

Titik kerusakan badan jalan semakin parah dan lebih dua tahun tidak disentuh pemerintah perbaikannya terdapat di kawasan Desa Janji Matogu, Sidojadi dan Malintang di Kecamatan Bukit Malintang.

”Kerusakan badan jalan negara di kawasan itu sudah lama rusak parah, bahkan sangat rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan, utamanya pada malam hari,” ucapnya.

Dikatakan, kerusakan jalan juga terdapat di kawasan Maga Lombang di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Laru Baringin, Lumban Pasir, Muara Mais di Kecamatan Tambangan, Muarasoro, Muarapungkut dan Usor Tolang di Kecamatan Kotanopan, dimana aspal hotmik terkelupas hingga membentuk lubang berdiamater antara 20 hingga 100 centimeter dan sangat mengganggu para pengendara motor. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*