Jalinsum Sipirok-Tarutung Terancam Putus

Senin, 11 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

(ternyata Permasalahannya bukan Hanya di Aek Laotng) Foto Illustrasi

SIPIROK-METRO; Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung Km 13, tepatnya di jembatan Sihoru-Horu Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terancam putus. Pasalnya, kondisi jalan yang mengalami anjlok ke dalam jurang sekitar 1 bulan terakhir hingga kini belum mendapat upaya perbaikan dari instansi terkait.

Badan jalan yang merupakan urat nadi yang sangat vital tersebut sekitar sebulan terakhir mengalami anjlok dengan panjang sekitar 4 meter yang meruntuhkan pinggir jalan dan sebagian badan jalan ke dalam jurang yang berujung ke sungai Aek Sihoru-Horu dengan kedalaman sekira 30 meter. Namun hingga saat ini kondisinya tetap belum mendapat upaya perbaikan bahkan kondisinya semakin parah, tak tertutup kemungkinan jika terus dibiarkan dengan kondisi cuaca yang terus menerus hujan, badan jalan akan putus total.

Amatan METRO Minggu (10/1) kemarin, kondisi kerusakan badan jalan yang anjlok di kiri jalan menuju Tarutung semakin parah. Di mana panjang jalan yang anjlok semakin bertambah menjadi sekitar 6 meter dan liang di bawah permukaan jalan hanya dibuat gundukan tanah di atasnya agar pengendara tidak melewatinya. Dan di kanan jalan, saluran air sudah semakin mengikis tanah yang membentuk jurang memanjang dengan kedalaman rata-rata 2 meter. Al hasil, badan jalan semakin menyempit dan kondisinya semakin genting dan nyaris putus.

Baca Juga :  Haruskah Tapsel di Pimpin Putra Asli Daerah ?

Jika tak hati-hati, bisa-bisa terperosok ke jurang di kanan dan kiri jalan, apalagi titik tersebut berada persis di tikungan 20 meter sebelum jembatan Aek Sihoru-Horu.

Tatang (40) dan Siregar (45) warga yang lewat pada METRO mengatakan, kondisi jalan akan putus total jika terus dibiarkan.

“Padahal jalan ini sangat besar manfaatnya sebagai sarana tranportasi antar provinsi,” pungkas keduanya. (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Longsor lagi.. longsor lagi… capek deh….
    oh ya tapi Pihak terkaid capek tidak kalau ada Longsor gini terus??? Kenapa tidak dicari Jalan alternatif ya… padahal masyarakat banyak yang mengusulkan hal itu, kenapa ya….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*