Jalinsum Situmba Licin dan Berlumpur – Antrean Kendaraan Capai 3 Km

Masyarakat dan petugas kepolisian berjibaku membantu mengurai antrean panjang di Jalinsum Situmba, Kecamatan Sipirok, Tapsel. (Amran)

TAPSEL – Dua hari terakhir, Jalinsum Sipirok-Padangsidimpuan di Km 9 dan 10, tepatnya wilayah Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, kerap mengalami kemacetan lalu lintas. Itu karena badan jalan berlumpur dan licin.

Seperti pantauan METRO, Minggu (9/11), jalan nasional tersebut dipadati ratusan kendaraan berbagai jenis dan ukuran, dengan panjang antrean mencapai 3 km.

Penyebab antrean panjang itu karena badan jalan yang berlumpur dan licin, akibat sisa material tanah dari pelebaran jalan di sekitar lokasi. Apalagi jika jalan itu habis diguyur hujan, membuat kendaraan sulit melintas, bahkan ada yang terpuruk di beram jalan. Hal itu diperparah oleh sikap tak mau mengalah untuk mengambil jalur dari para pengguna jalan.

Masih pantauan METRO, warga setempat dan petugas kepolisian tampak berjibaku mengatur dan merapikan antrean. Sesekali masyarakat harus membantu mendorong kendaraan yang terpuruk. Alat berat yang ada di lokasi juga mengambil peran menarik beberapa kendaraan yang terpuruk. Hasilnya, hingga pukul 13.00 WIB kemarin, antrean pun sudah dapat diatasi.

“Sudah sejak semalam antrean terjadi di sini. Kendaraan sulit melintas karena badan jalan licin dan berlumpur. Apalagi hujan yang turun hanya gerimis,” sebut Anwar (56) warga setempat.

Rini Andriani (20) penumpang salah satu bus mengatakan, mereka telah terjebak di antrean panjang itu sekira pukul 05.00 WIB.

Baca Juga :  Perambahan hutan di Palas makin mengkhawatirkan

“Kami pun harus keluar mencari makan dan minum, karena gerah di dalam bus yang terjebak antrean panjang,” ujar gadis yang mengaku hendak menuju Padang tersebut.

Sementara salah seorang supir truk bertonase tinggi bermarga Hutauruk (50) mengatakan, dirinya berada di lokasi antrean sejak Sabtu (8/11) malam sekira pukul 23.00 WIB. Hal itu dikarenakan badan jalan terhalang kendaraan lain yang masuk beram dan menghalangi badan jalan.

“Saya sudah di sini sejak malam tadi. Memang hujan gerimis, sehingga kondisi jalan semakin sulit dilalui,” sebutnya sambil mengatakan bahwa ia bersama kernet harus tidur di truk sembari menunggu pagi hari. “Ternyata pagi hari suasana semakin padat, uang keluar pun bertambah,” akunya.

Akibat antrean panjang tersebut, beberapa kendaraan, mulai memanfaatkan jalur alternatif dari Sipirok menuju Psp. Jalur tersebut adalah jalur jalan provinsi yang masuk dari Simpang Bulumari, Kecamatan Sipirok, menuju Kecamatan Marancar dan selanjutnya menuju Psp.

“Karena kondisi antrean begitu panjang, kami akhirnya memilih jalur Sipirok-Marancar-Angkola Julu-Padangsidimpuan. Memang jaraknya lebih jauh sedikit, tetapi kami perlu cepat sampai ke tujuan, karena banyak barang yang harus cepat diantar,” terang Mustapa Siregar (32).

Dikatakan, beberapa pengendara taksi juga banyak yang berputar arah untuk memanfaatkan jalur alternatif tersebut. “Rata rata taksi dan angkutan jenis colt diesel lainnya memilih jalur ini,” ungkapnya. (ran)

Baca Juga :  Warga Goti Desak Pembangunan Jalan Diulang

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*