Jalinsum Sosa-Riau Lumpuh Tiga Jam, Diblokir Ribuan Warga karena Kompensasi Tak Dibayar PTPN IV

759790134b44380c1cf7f1afbf4d80536d437e1 Jalinsum Sosa Riau Lumpuh Tiga Jam, Diblokir Ribuan Warga karena Kompensasi Tak Dibayar PTPN IVSeribuan warga dari 17 desa di Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), memblokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sosa-Riau, Senin (17/1). Pemblokiran yang yang menyebabkan jalinsum lumpuh selama 3 jam ini, merupakan bentuk protes warga terhadap PTPN IV yang tak kunjung membayarkan kompensasi lahan sejak 25 tahun lalu.

Seribuan warga memblokir Jalinsum Sosa-Riau dengan membakar ban, Senin (17/1).
Aksi blokir jalan oleh seribuan warga yang berasal dari Desa Pasir Julu, Lumban Huayan, Sungai Jior, Pasir Jae, Hurung Jilok, Tanjung Roburon, Ramba, Siginduang, Mananti Sosa Julu, Ampolo, Aer Bale, Tanjung Bale, Parau Sorat, Siraorao, Janji Raja, dan Ujung Batu, dimulai pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Jalinsum baru dibuka massa, ketika Asisten I Pemkab Palas, Syaiful Bahri Siregar, didampingi rombongan yang terdiri dari Danramil 08 Barumun, Kapten Sy Hasibuan dan unsur muspida lainnya, hadir di lokasi sekira pukul 13.30 WIB.
Warga baru benar-benar membuka blokir jalan usai Syaiful Bahri berjanji menghadirkan Bupati Palas, Basyrah Lubis SH, ke lokasi, dan akan menyampaikan tuntutan masyarakat kepada PTPN IV.

Menurut pengakuan warga, Hendri Chandra Hasibuan, pihaknya tetap menuntut PTPN IV untuk segera memberikan kompensasi kepada masyarakat 17 desa. “Sampai darah penghabisan kita akan tetap memperjuangkan hak-hak kita. Sebab, kami sudah 25 tahun memperjuangkan ini. Kami adalah generasi ke 3 dari 17 desa ini,” ujar Chandra kepada METRO, Senin (17/1).

Baca Juga :  Hari Gini, Ibu Tiri Masih Siksa Anak!

Adapun tuntutan yang dimaksud warga, pertama, pemberian kebun sawit 2 hektare per kepala keluarga (KK), pertapakan rumah 200 meter kiri dan kanan jalan lintas Riau-Sumatera setiap KK dari 17 desa, pertapakan umum seluas 5 hektare, dan pembebasan lintas jalan yang bersinggungan dengan kebun masyarakat desa.

Warga Kecewa

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan Bupati Palas, Basyrah Lubis. Sebab, janji yang diberikan Asisten I Pemkab Palas, Syaiful Bahri Siregar, untuk menghadirkan Bupati Palas sebagai mediator untuk menjembatani warga 17 desa kepada PTPN IV tidak kunjung hadir ke lokasi.

“Kita kecewa dengan bupati. Mengapa tidak hadir ke lokasi, padahal kami sudah menunggu hampir tiga jam sejak pukul 14.00 hingga sekarang (17.00 WIB, red). Kami sudah bosan dengan jani-janji,” tutur Parlindungan Sinaga.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Palas, Syaiful Bahri Siregar, menyebutkan, bupati tidak bisa hadir karena ada rapat ekspos untuk pembahasan R-APBD Palas 2011. “Bupati sudah memberitahukan kalau beliau tidak bisa hadir. Ada dua hal yang sama-sama penting untuk kepentingan umum, yakni rapat ekspos R-APBD Palas 2011. Jadi kita buat solusi persoalan ini dengan menjadi mediasi antara PTPN IV dengan warga 17 desa untuk duduk bersama besok (hari ini, red) sedangkan untuk tempatnya belum ditentukan. Sementara kalau untuk undangan secara formal nanti akan dibagikan kepada masyarakat, yang jelas pemkab a siap menjadi mediantor dalam persoalan ini sebagai solusi baik sesuai tuntutan warga,” terang asisten I.

Baca Juga :  Pengguna Facebook Dihantui Aksi 'Likejacking'

Ditanya apa ada garansinya Pemkab bisa menghadirkan pihak PTPN IV dalam pertemuan tersebut, asisten menyebutkan pihaknya akan berusaha mengupayakannya. “Sekarang sudah rampung semua tinggal pertemuan,” tukasnya.
Pantauan METRO di lokasi, satu per satu massa membubarkan diri dengan tertib sembari menggantungkan spanduk berisi kecaman kepada PTPN IV. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*