Jalinsum Tamiang Anjlok

Jalinsum Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal tepatnya batas antara Desa Tamiang dengan Botung rawan kecelakaan lalu-lintas. Badan jalan hotmix tersebut anjlok sehingga dikhawatirkan mengancam penggunan jalan yang melintasinya.
Pantauan METRO, Rabu (9/3), kondisi Jalinsum Kotanopan memang tidak separah Jalinsum di Kecamatan Bukit Malintang. Jalinsum Kotanopan tepatnya di perbatasan Desa Tamiang dengan Deso Botung masih tergolong bagus. Hanya saja banyak ditemukan tikungan dengan tingkat kerawanan yang bervariasi.

Setelah beberapa tikungan tersebut, terdapat badan Jalinsum yang anjlok sekitar satu meter. Jika dari arah Padangsidimpuan menuju arah Madina, Jalinsum yang anjlok berada di sebelah kiri jalan. Di bawah Jalinsum merupakan jurang yang kedalamannya diperkirakan sekitar 50 meter dan juga terdapat sungai.

Kondisi ini tentu saja sangat membahayakan pengendara kendaraan bermotor dan sulit untuk diperbaiki, kecuali dilakukan pelebaran badan jalan ke seberang jalan yang kondisinya adalah bukit. Sedangkan badan jalan juga tergolong sempit atau hanya sekitar empat meter.

Bukan itu saja, di sekitaran badan jalan yang anjlok ditumbuhi ilalang dengan ketinggian hampir satu meter. Sehingga bagi pengguna jalan yang jarang melintasinya diyakini bisa berbahaya. Bahkan, yang lebih parah lagi di badan jalan yang anjlok itu tidak didapati tanda atau marka jalan menandakan jalan anjlok atau rusak Reni Sari boru Lubis (35), warga Desa Botung saat ditemui METRO di lokasi mengatakan, sejak anjloknya badan jalan ke dasar sungai sekitar tiga bulan lalu, belum pernah diperbaiki pemerintah dan juga tak pernah ada ditemukan rambu-rambu bahwa jalan itu rusak. Padahal di dekat jalan tersebut ada tikungan yang sering membuat pengguna jalan tersentak saat melihat jalan anjlok.

Baca Juga :  Poldasu Diminta Periksa Sekda Padangsidimpuan

Hal ini dibuktikan seringnya sopir membanting stir mobilnya ke seberang jalan untuk menghindari lubang atau badan jalan yang anjlok. Diutarakan Reni, memang selama ini belum ada korban akibat Jalinsum yang anjlok itu. Namun, diungkapkannya, nyaris sering terjadi kecelakaan baik pengendara kendaraan bermotor ataupun pejalan kaki. “Memang belum ada korban. Tapi saya sendiri nyaris menjadi korban sewaktu berjalan di dekat jalan yang anjlok. Saat itu tiba-tiba datang mobil dari tikungan itu atau arah berlawanan dengan saya, sehingga kepala mobil itu spontan menghadap ke saya karena sopirnya banting stir saat melihat di depannya jalan anjlok. Mungkin sopir itu tak tau jalan ini rusak. Untunglah saya tidak ditabrak, namun saya pikir kejadian itu cukup mengagetkan saya,” ungkap Reni.

Untuk membantu pengguna jalan agar mengetahui Jalinsum anjlok, Reni bersama warga lainnya sudah berulang kali meletakkan alat pertanda seperti kayu di jalan yang anjlok. Namun, sering kali juga kayu tersebut jatuh ke dalam jurang. “Sudah semestinyalah pemerintah memperhatikan jalan ini dengan memperbaikinya atau melakukan pelebaran jalan. Sebab semakin hari lebar jalan ini semakin berkurang akibat badan jalan terus runtuh ke bawah,” pungkasnya. (wan/dans) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bupati Tinjau Lokasi Pembangunan Terminal

1 Komentar

  1. Jalinsum Tamiang Anjlok
    Jalinsum Tamiang ini termasuk jalan Trans Sumatera , didaerah ini sangat rawan ada baiknya para pejabat terkait turun tangan untuk memperbaiki sebelum jalan tersebut tambah parah, atau setidak tidaknya memasang rambu rambu jalan dululah bahwa jalan tersebut rusak . agar para pengguna jalan jangan sampai cedera kena bahaya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*