Jalinsum Tarutung-Sipirok perlu perhatian

Pengendara roda dua melintas di Jalinsum arah Taput-Tapsel yang mulai rusak parah, perlu perhatian (Antarasumut/Kodir

jalinsum tarutung sipirok Jalinsum Tarutung Sipirok perlu perhatian
Pengendara roda dua melintas di Jalinsum arah Taput-Tapsel yang mulai rusak parah, perlu perhatian (Antarasumut/Kodir
Sipirok – Ruas jalan lintas sumatera (Jalinsum) utamanya antara Tarutung, Tapanuli Utara-Batas Tapanuli Selatan perlu mendapat perhatian pihak terkait.

Demikian pemantauan Antara, Kamis (11/9). Sejumlah titik ruas jalan tersebut sudah mulai kupak kapik, dan apabila kondisi tersebut dibiarkan, kerusakan ruas Jalinsum itu akan semakin parah.

Di daerah Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara misalnya, badan jalan begitu banyak ditemui lobang-lobang menganga, kondisi tersebut selain memperlambat laju kenderaan juga rawan kecelakaan.

Menghindari dari hal tidak diingini, alangkah baiknya para pengendara agar lebih waspada bila melintasi daerah ini.

Selain itu, rusak parahnya badan jalan cukup akan berpengarus besar terhadap rusaknya sejumlah komponen kenderaan baik dia roda dua dan empat maupun lainnya.

Keberadaan lobang pada badan jalan Jalinsum itu cukup bervariasi, ada yang sampai berdiameter 2 meter dengan kedalaman lobang 40 cm, disamping badan jalan banyak yang tidak merata alias keriting.

Sedihnya para rumah rumah masyarakat dipinggiran jalan rusak tersebut terlihat pada dipenuhi debu-debu yang ditimbulkan akibat jalan jalan rusak itu, khawatir dapat mempengaruhi kesehatan warga sekitar.

Ricard (30) seorang pengendara roda empat mengatakan, kondisi Jalan rusak sejumlah titik di daerah Taput hingga batas Tapsel sudah berlangsung berbulan bulan lamanya.

“Harapan kita selaku pihak pengendara kepada pemerintah c/q dinas terkait dapat segera memperbaiki jalan negara yang sudah mulai rusak parah ini,” kata Ricard.

Baca Juga :  Dua Minggu Lagi, Berkas Dugaan Korupsi PS Sidimpuan Dilimpahkan

Kemungkinan besar kerusakan jalan tersebut sebagian besar diakibatkan drainase kiri kanan jalan yang tidak ada, sehingga disaat hujan air meluber dan merendam aspal, sehingga mudah rusak, disamping kualitas.

Terlihat juga sejumlah titik kiri kanan bahu jalan yang longsor akibat erosi seperti di daerah Pahae Jae, hal ini juga kalau tidak secepatnya diantisipasi akan berakibat fatal, soalnya, lama kelamaan badan jalan bisa ‘habis’ terkikis oleh air. (Kodir Pohan, Juraidi /antarasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*