Jalur Alternatif Aek Latong Selesai 37,4 Persen

Lanjutan pembukaan jalur alternatif Jalinsum Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2010 yang pelaksanaannya dimulai bulan Juni lalu oleh PT Sinar Kencana Sakti (SKS), sudah mencapai 37,4 persen.

“Pada tahap kedua ini, kita melakukan penggalian dan pemasangan saluran air, totalnya sudah mencapai 37,4 persen. Kita menggunakan empat unit eskapator dan empat unit buldoser dan beberapa unit dam truk (DT) untuk menggali, mengeruk dan mengangkut sekitar 250 ribu meter kubik tanah. Target kita sampai 28 November 2010,” ujar Direktur PT SKS melalui General Super Intens, Reza kepada METRO, Selasa (22/9) lalu.

Diungkapkannya, panjang jalur jalan yang akan dikerjakan pada pembukaan tahap kedua kali ini adalah 700 meter dari 3,2 km, setelah pembukaan tahap pertama (penerobosan) tahun lalu. “Kendala yang ada saat ini adalah kondisi cuaca dan tanah yang gembur dan mudah menyerap air sehingga mudah berlumpur,” sebutnya. Pembukaan jalur alternatif Jalinsum Aek Latong tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi sulitnya melalui Jalinsum di Aek Latong selama lebih dari 10 tahun terakhir yang kondisinya rusak parah dan sudah banyak memakan korban.

Jalur alternatif ini berada di sisi kiri (jika arah menuju Tarutung), titik awal dimulai sebelum memasuki turunan jalan rusak Aek Latong yang ada saat ini dan keluarnya di ujung jalan rusak Aek Latong yang juga ada saat ini. Di mana, sesuai sosialisasi pembebasan lahan jalur alternatif Aek Latong di tahun 2009 lalu, direncanakan tahun 2011, jalan tersebut sudah selesai.

Baca Juga :  Kapolri: Tak Ada Toleransi bagi Preman

Tetap Waspada

Jalinsum Aek Latong masih menjadi titik yang harus diwaspadai pengendara kendaraan bermotor karena masih rawan kemacetan, terutama di titik terjadinya longsoran tanah dari pembukaan jalur alternatif yang sedang dikerjakan saat ini. Sebab, masih banyaknya material di pinggir jalan dengan kemiringan 30 derajat menuju jalan, ditambah lagi tidak berfungsinya saluran air yang ada, sehingga ketika diguyur hujan deras, besar kemungkinan akan menutupi badan jalan.

Amatan METRO, Rabu (22/9), meskipun diguyur hujan dari Selasa (21/9) malam hingga Rabu pagi (22/9), titik tersebut masih dapat dilalui kebderaan. Namun lumpur dan air terlihat sudah mulai bergerak ke badan jalan. Apalagi saluran air yang ada di lokasi tersebut belum berfungsi. Air pun mengalir dan mengikis parit jalan menuju bagian tanah yang lebih rendah, sehingga terlihat kikisan air terus merusak parit jalan. Jika dibiarkan terus-menerus badan jalan pun akan ikut anjlok. Sudaryono (32), salah seorang pengendara yang hendak melintas menuju Tarutung menyebutkan, karena kondisi jalan yang menurun dan becek serta licin, pengendara harus ekstra hati-hati.

Nihil Lakalantas

Sementara itu, penerapan pos pengamanan (PAM) untuk menjaga dan mengantisipasi keamanan dan ketertiban Lebaran, yaitu H minus 7 dan H plus 7 Lebaran, akan berakhir. Seperti di pos PAM Aek Latong, di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, para petugas sudah mulai bergegas meninggalkan aktivitasnya, Selasa (21/9). Pelaksanaan PAM Operasi Ketupat Toba khusus di wilayah Polsek Sipirok berjalan aman dan lancar. Kapolsek Sipirok AKP Heru S melalui Aiptu Allen Silitonga kepada METRO, Rabu (22/9) mengatakan, selama Pos PAM digelar di wilayah Polsek Sipirok yang meliputi Kecamatan Sipirok dan Arse berjalan aman dan lancar serta tidak ditemui adanya kasus kecelakaan lalu-lintas di jalan raya selama Lebaran.

Baca Juga :  Madina Terisolasi

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Jalur_Alternatif_Aek_Latong_Selesai_374_Persen

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*