Jalur Alternatif Aek Latong Sulit Dilalui

Rabu, 13 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

Kondisi jalan di Aek Latong yang nyaris putus akibat diguyur hujan Senin (11/1) lalu. Foto dijepret Selasa (12/1).

SIPIROK-METRO; Jalur alternatif pengalihan jalan rusak di Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sudah terbuka sejak beberapa bulan lalu, namun masih sulit dilintasi kendaraan. Kemudian, aktivitas kerja pembukaan jalan alternatif Aek Latong saat ini terlihat sudah berhenti.

Pantauan METRO Selasa (12/1) kemarin, sama sekali terlihat sudah tidak ada lagi aktivitas kerja di lokasi tersebut kendatipun kondisi jalan masih belum bisa dilalui kenderaan. Pasalnya, di titik bukaan jalan dihalani parit aliran air jalinsum yang masih digunakan.

Ketika wartawan mencoba berjalan kaki dari titik awal di depan Masjid Aek Latong, kondisi jalan bukaan yang dikerjakan Adikarya tersebut belum ada saluran air yang memadai di pinggir jalan bukaan sehingga mengakibatkan kondisi tanah tetap lembek dan berlumpur, terutama pada musim hujan. Dan sekitar 200 meter masuk ke dalam kondisinya banyak longsoran baik dari kiri (dinding tebing) dan kanan (jurang), dan tanjakan yang ada pada rencana jalan alternatif tersebut juga terlalu mendaki (seperti 400 meter dari titik awal, red). Dari arah ujung sekitar 200 meter menjelang rumah makan Hotmaida, kondisi jalan bukaan masih terlihat sama berlumpur, longsoran, dan terlalu menanjak, bahkan akibat pembukaan jalan tersebut mengakibatkan aliran air terkontaminasi lumpur dan bebatuan yang berakibat banyak saluran air (gorong-gorong) yang tersumbat di badan jalan lintas sumatera yang masih digunakan tepat berada di arah bawahnya.

Sementara, di jalur jalan yakni Aek Latong yang masih dipergunakan tersebut, saluran airnya tersumbat setelah tertimbun longsoran tanah bukaan jalan mengakibatkan badan jalan menjadi banjir ketika hujan.

Baginda Pamutung (61) warga setempat yang dijumpai METRO Selasa (12/1) kemarin ketika mengumpulkan batu dari longsoran dari arah jalan bukaan mengatakan akibat longsoran dari jalan bukaan gorong-gorong mejadi tersumbat dan akhirnya ketika hujan mengguyur kondisi jalan akan mengaliri badan jalan bercampur lumpur dan batu.

“Akibat longsoran, saluran air jadi tersumbat dan air mulanya mengalir di badan jalan,” katanya.

Ketika wartawan koran ini menelusuri keterangan pembukaan jalan alternatif tersebut di kantor sementara Adikarya di Simpang Silangge, Kecamatan Sipirok, namun rumah warga yang dijadikan kantor sementara tersebut dalam kondisi terkunci tak menemukan seorangpun.

Namun informasi yang didapatkan METRO dari beberapa warga mengatakan pelaksanaan pembukaan jalan tersebut sudah berhenti sekitar sebulan terakhir. “Sudah sebulan,” ujar beberapa warga.

Sementara, pembukaan jalan alternatif tersebut dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu. Di mana diterangkan Kepala Dinas PU Kabupaten Tapsel, Ir Arwin Siregar didampingi Kabid Bina Marga, Arpan Harapan Siregar kepada METRO Jumat (19/6/2009) lalu, jalur alternafi di sisi kiri jalan rusak parah Aek Latong saat ini (menuju arah Tarutung, red) sekitar sepanjang 3,1 kilometer. Di mana secara tekhnis, pembangunan jalan baru tersebut dilaksanakan oleh pusat, termasuk konsultannya. Kemudian, informasi yang di peroleh daerah, dana pembangunan jalan baru yang dialihkan tersebut sekitar Rp10 miliar dari APBN dan lebih dari Rp9 miliar dana stimulus. Pengerjaan jalan bukaan baru dilakukan secara bertahap, hingga tiga tahun anggaran, di mana jalan selesai dibangun secara utuh informasinya beranggaran sekitar Rp60-an miliar.

Baca Juga :  Oknum Anggota Dewan Madina Cabuli Pegawai Honorer - Korban Sebelumnya Dibius

Jalinsum Sipirok-Tarutung Makin Rawan

Kondisi jalan lintas sumatera (jalinsum) Sipirok-Tarutung semakin berbahaya dilalui kenderaan terutama di wilayah Aek Latong, Batu Jomba, dan Aek Sihoru-Horu, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Pasalnya, di beberapa ruas jalan tersebut banyak badan jalan yang mengalami anjlok yang setiap hari kondisinya kian memburuk dan semakin mengundang bahaya bagi pengguna jalan.

Kerusakan jalan semakin memburuk setelah diguyur hujan lebat Senin (11/1) petang hingga malam yang mengakibatkan beberapa ruas jalan yang selama ini rawan kemacetan kondisinya semakin berbahaya untuk dilalui terutama kenderaan bertonase tinggi.

Zainal Simbolon (42) salah seorang warga pengguna jalan yang sedang melintas pada METRO Selasa (12/1) kemarin mengatakan, kondisi jalan semakin rusak akibat lebatnya hujan yang turun di wilayah Aek Latong dan Luat Lombang Senin (11/1) mulai petang hingga malam.. Diperparah, saluran air yang tidak berfungsi maksimal mengalihkan sisa air hujan yang terus mengalir ke badan jalan dan menerjang dan mengikis tanah di pinggir jalan hingga membuat longsoran.

“Semalam ketika saya lewat sekira pukul 18.00 WIB hujan turun cukup lebat, dan beberapa badan jalan dialiri air sisa hujan, sebagian mengakibatkan terjadinya longsoran yang mulai meghantam badan jalan. Namun yang lebih parah di titik jalan rusak Aek Latong tepatnya 400 meter menjelang rumah makan Hotmaida (arah Tarutung), di samping itu air setinggi 20 centimeter mengalir deras yang mengakibatkan badan jalan tidak memiliki lapisan aspal tersebut menjadi terkikis dan membentuk lubang dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 3 meter, sangat berbahaya melewatinya,” ujarnya.

Ditambahkannya, ketika melewati jalur tersebut antrean kendaraan sudah mulai tampak. “Ketika saya lewat, antrean sudah mulai ada karena masing-masing, bersabar untuk melewatinya,” sebutnya.

Hasanuddin (48) warga lain yang melintas menyampaikan kondisi jalan semakin berbahaya untuk dilalui. “Semakin berbahaya, apalagi bagi pengendara yang belum mengetahui kondisi kerusakan,” paparnya.

Baca Juga :  FORKOT Padangsidimpuan Minta Walikota Evaluasi Kinerja SKPD

Kapolsel Sipirok, AKP Sabar Nainggolan yang melihat langsung kondisi jalan yang longsor tersebut menyarankan agar pengendara berhati-hati. “Kondisinya semakin berbahaya terutama truk bertonase tinggi,” pesan Kapolsek

Pantauan METRO Selasa sekira pukul 09.00 WIB kemarin, akibat hujan deras yang mengguyur memang banyak meimbulkan longsoran yang mengakibatkan badan jalan dialiri air. Semisal di Aek Sulum saja sedikitnya 3 longsoran, di Aek Latong sedikitnya 4 longsoran. Namun hanya dua titik yang sangat membahayakan dan tak tertutup kemungkinan kondisinya akan putus total. Ditanjakan Aek Latong yang kerab menimbulkan bahaya misalnya saluran air di pinggir jalan sudah mengikis badan jalan sehingga menyisakan badan jalan sekitar 3 meter. Padahal sebelumnya badan jalan yang berupa timbunan batu, pasir dan tanah tersebut memiliki lebar sekitar 6 meter. Selanjutnya yang paling rawan adalah sekitar 7 meter dari tanjakan Aek Latong. Di mana badan jalan hanya tersisa 2,5 meter dan diperkirakan kondisinya akan semakin parah, karena badan jalan terus dialiri air dan jatuh ke dalam longsoran. Panjang jalan yang anjlok sekitar 6 meter dengan lebar 3,5 meter dan kedalaman 2 meter. Jika tak hati-hati kenderaan bisa terperosok kedalam longsoran tersebut. Selanjutnya longsoran Batu Jomba pun semakin bertambah parah, demikian juga longsoran jalan menjelang Aek Sihoru-Horu yang nyaris putus.

Kendatipun kondisi jalan sangat rawan yang longsor akibat hujan lebat sejak 16 jam berlalu, namun terlihat belum ada upaya yang maksimal dari petugas PU Provinsi yang berpos di rumah makan Hotmaida sekitar 400 meter dari salah satu lokasi. Ketika wartawan koran ini hendak memintai keterangan, ternyata tak seorangpun petugas yang bisa dijumpai, hanya 4 alat berat dan beberapa kendaraan lainnya sedang parkir di pos mereka. (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*