Jalur Pantai Barat Madina ‘Rentan’ Terjadinya Longsor

Panyabungan, Kondisi cuaca yang masuk musim penghujan saat ini menjadi kekhawatiran bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina),khususnya yang berada di wilayah Pantai Barat. Pasalnya, jalu lalu lintas menuju wilayah Pantai Barat rentan akan terjadinya bencana longsor, sebab di jalur itu terdapat puluhan titik longsor sehingga mengganggu penggunab jalan yang melintasi wilayah tersebut.
Salah seorang warga Pantai Barat Madina, Sulaiman Nasution, mengakui hal itu. “Longsor sering terjadi di wilayah itu, apalagi intensitas hujan dalam dua minggu terakhir ini cukup tinggi,” ungkapnya, Senin (26/11).

Disebutkan, terjadinya longsor itu sangat menggangu terhadap pengguna jalan, utamanya warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut baik dari Panyabungan ke Pantai Barat maupun sebaliknya. “Para pengguna jalan harus antri menunggu bahan material longsor dibuang oleh alat berat, baru bisa lewat,” katanya.

Kondisi itu, sebut Sulaiman, juga mengganggu perekonomian masyarakat karena pasokan bahan-bahan kebutuhan menjadi terkendala. Akibatnya, harga-harga menjadi naik. “Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, karena itu memang kondisi alamnya. Biarpun begitu, kita sebagai warga Pantai Barat sangat mengharapkan perhatian pemerintah dalam menanggulanginya,” pintanya.

Sementara Plt Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina,Rizfan Juliardy Hutasuhut ST, mengatakan pihaknya selalu siap 24 jam dalam menyahuti berbagai bencana yang terjadi di daerah itu.

“Memang kita akui, daerah Jalur Pantai Barat dan Kotanopan hingga ke perbatasan Sumbar merupakan daerah rawan terjadinya tanah longsor. Akan tetepi kita tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam menanganinya kendati dengan kondisi dan fasilitas yang belum memadai,” ujarnya.

Baca Juga :  LPJ APBD Pemko Sidimpuan Diwarnai Catatan dan Rekomendasi

Berdasarkan data, terangnya, kerugian yang dialami masyarakat dalam kejadian bencana tahun 2012, katanya, sudah mencapai Rp3.3 miliar lebih. “Untuk tanah longsor dan banjir terjadi sebanyak 32 kali. Madina memang daerah rawan terjadinya bencana alam. Karenaya, kita menghimbau masyarakat semua untuk tetap berhati-hati apalagi pada saat musim penghujan seperti ini,” himbaunya.(TRI/MBB)

Sumber: http://www.starberita.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*