Jamaah Ahmadiyah Bandung Raya Diminta Tak Terprovokasi

Jamaah Ahmadiyah Bandung Raya diminta tidak terpancing atau terprovokasi terkait peristiwa pembakaran sejumlah permukiman jamaah Ahmadiyah di Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor.

“Kami sudah mengimbau kepada seluruh jamaah Ahmadiyah yang tersebar di Bandung Raya tidak terpancing dengan kejadian di Bogor. Ya, jangan gurung gusuh (terburu-buru, red) menanggapinya,” ungkap Humas Ahmadiyah Bandung Tengah, Dedi Suherman, saat dihubungi via ponsel, Sabtu (2/10/2010).

Menurut Dedi, kejadian yang terjadi di Bogor itu sungguh disesalkan. Ia juga menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Namun menurut Dedi, kondisi di Kota Bandung memang membuat sejumlah jamaah Ahmadiyah sempat cemas terkait peristiwa tersebut.

“Mudah-mudahan di Kota Bandung kondusif. Hingga kini kami tetap beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Dedi menambahkan, tiga masjid di Kota Bandung yang selama ini digunakan untuk kegiatan ibadah jamaah Ahmadiyah tidak mengalami gangguan. Bahkan pihaknya mengucapkan terima kasih soal tanggapnya pihak kepolisan yang mengamankan salah satu masjid di Jalan Pahlawan, Kota Bandung.

“Semalam polisi langsung melakukan pengamanan dan patroli di Masjid Mubarak,” terang Dedi sambil mengatakan saat ini jumlah jamaah Ahmadiyah di Bandung Raya tercatat sekitar 1.000 orang.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah rumah dan satu masjid tempat beribadah jamaah Ahmadiyah di Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor, habis dibakar massa, Jumat (1/10/2010).

Pembakaran permukiman Ahmadiyah dilakukan oleh warga kampung tetangganya yang terprovokasi isu pemukulan warganya oleh jamaah Ahmadiyah.

Baca Juga :  Polisi Sita 165 Senjata Tajam Tujuan Ambon

Sumber: http://bandung.detik.com/read/2010/10/02/150028/1453799/486/jamaah-ahmadiyah-bandung-raya-diminta-tak-terprovokasi?g991102485

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*