Jamaah Tapsel jangan banyak belanja

%name Jamaah Tapsel jangan banyak belanjaJamaah Tapanuli Selatan (Tapsel) diingatkan tidak banyak berbelanja saat mereka berada di tanah suci Makkah. Namun alangkah baiknya mereka memperbanyak melaksanakan ibadah berkaitan dengan pelaksana ibadah haji.

“Orang Tapsel sudah terkenal  banyak  belanja saat berada di tanah suci, berulang kali saya mengimbau agar mereka sekedarlah membeli oleh-oleh untuk keluarga,” ucap Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, Aldin Rapolo Siregar, tadi malam.

Kata Rapolo, terkenal belanja jamaah Tapsel terlihat saat mereka kembali ke tanah air dari tanah suci berbagai macam oleh-oleh dari tanah suci mereka bawa ke tanah air.

Saat turun tangga pesawat haji terlihat gantungan termos, ceret kuning dan lainnya dikiri kanan bahunya bahkan di atas kepalanya lagi masih banyak jinjingan yang membuat mereka menjadi melarat.

“Saya kira oleh-oleh dibawa dari tanah suci bagus, namun alangkah baiknya membeli sekedarnya saja,” kata Siregar yang didampingi Wabup Paluta Riskon Harahap bersama Sekretaris PPIH Embarkasi Medan, Abd Rahmah Harahap.

Dia juga mengakui, Calhaj Kloter 17 ini banyak jamaah berusia lanjut, sehingga peranan petugas haji Karom maupun Karu sangat besar membantu para jamaah.

“Antara jamaah juga harus saling membantu sehingga tercapai cita-cita menjadi haji mabrur yaitu haji ditunggu banyak orang,” ujarnya.

Bahkan kata dia, jamaah Risti dari Tapsel ini pada musim haji 2010 mencapai 65 persen akibat lama mereka menunggu baru dapat giliran berangkat ke tanah suci, ujar Rapolo Siregar yang dibenarkan Kakandepag Tapsel, Hasyim Hasibuan.

Baca Juga :  Pejabat di Padangsidimpuan Dapat Pin Anti Korupsi

Diakuinya, jamaah Risti ini setiap tahun lebih meningkat jika dibandingkan musim haji tahun-tahun sebelumnya. Demikian juga jamaah calon haji (Calhaj) daerah penghasil sawit itu mengalami peningkatan antara lain pada musim haji 2010 Calhaj Ta[sel 152 orang, Paluta 320 orang dan Palas 515 jamaah dan ratusan jamaah daftar tunggu untuk empat tahun ke depan.

Sebagai contoh, kata dia,  452 Cahaj Kloter 17 yaitu usia antara 61 hingga 80 tahun kalangan wanita 106 orang dan pria 75 orang.

“Setiap Kloter jamaah kalangan wanita lebih meningkat, ke depan sebaiknya ada perimbangan setidaknya Kepala rombongan (Karom) dan Kepala regu (Karu) ditugaskan juga dari kalangan wanita,” ujar Siregar.(Waspada)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*