Jaminan Rp 100 Juta, Wali Kota Medan Tak Ditahan

TEMPO.CO, Medan – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara batal menahan Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Padahal, Rahudman telah dinyatakan sebagai tersangka tindak pidana korupsi sejak Oktober 2010 oleh Kejati Sumatera Utara.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Noor Rachmad berdalih tidak ditahannya Rahudman karena tersangka masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Selain itu, Rahudman juga memberikan jaminan uang Rp 100 juta.

Jumat pagi, 12 April 2013, Rahudman didampingi penasehat hukumnya mendatangi gedung Kejati Sumatera Utara untuk mengikuti proses tahapan kedua sejak berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P 21 oleh penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidimpuan, Fredi Azhari Siregar, mengakui telah menerima jaminan uang dari Rahudman agar tidak melarikan diri.  “Ya, baru tadi diserahkan,”  kata Fredi kepada Tempo.

Jumlahnya, menurut Fredi, Rp 100 juta. “Uang jaminan akan kami titipkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya. Selain itu, Fredi melanjutkan, juga ada permohonan jaminan dari anak Rahudman.

Saat ini pihaknya telah membentuk tim jaksa penuntut umum yang terdiri dari 10 orang. “Saya dan 10 tim JPU akan mempelajari apakah berkas perkaranya layak atau tidak layak dilanjutkan ke pengadilan,” kata Fredi. Bila dinyatakan layak, kata Fredi, Kejari Sidimpuan akan menyusun surat dakwaan. Setelah itu, proses peradilan Rahudman akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Medan. Rahudman diduga melakukan praktek korupsi ketika masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Warga Mardingding Mulai Krisis Air Bersih

3 Komentar

  1. Jangan karena RAHUDMAN seorang Pejabat dan telah memberikan jaminan Rp.100juta, jangan sampai HUKUM JADI TUMPUL. , Kalau Putusannya nanti ringan apalagi sampai bebas, Jaksa Penuntut Umum yang harus bertanggungjawab.

  2. Aneh Pernyataan Kejari P.Sidimpuan : Sudah dinyatakan P.21 koq masih akan diteliti oleh 10 JPU apakah kasus Rahudman layak atau tidak dilanjutkan ke Persidangan. Kalau sudah P.21 berarti sudah layak pak. TOLONG PAK KASUSNYA JANGAN DIPERMAINKAN.Kasus ini sudah cukup lama diulur-ulur.

  3. Apalah 100 juta sama si Rahud? Sebagai mantan Sekdakab Tapsel kecillah 100 juta, apalagi selaku Walkot Medan? sekali angkat telepon sama pengusaha, 5 menit cairlah itu. Dan porlu diingot si Fredi dohot si Rahud kan rap halak Padangbolak, he..hee… hheee… mangarti ma !

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*