Jampidsus Ekspos Kasus Dugaan Korupsi Wali Kota Medan

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menggelar ekspos (gelar perkara) kasus yang menyeret Walikota Medan Rahudman Harahap. Rahudman sebelumnya telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Tapanuli Selatan 2005.

“Masih kita tindaklanjuti supaya didalami dulu karena persyaratan-persyaratan yang kita minta untuk dilengkapi,” kata Direktur Penyidikan Pada Jampidsus, Jasman Panjaitan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (12/5/2011).

Jasman menjelaskan persayaratan yang dilengkapi seperti perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang saat ini belum keluar. Lalu penajaman kasus serta peran tersangka dalam kasus itu.

Ketika ditanyakan tentang surat izin pemeriksaan walikota oleh sekretaris kabinet (Seskab), Jasman mengatakan surat itu belum diteruskan karena masih dalam pendalaman kasus. “Setiap permintaan surat izin itu diekspos dulu. Tidak otomatis surat dari daerah kita teruskan. Ada permintaan kita seleksi dulu, kita bahas, kita ekspos bersama kasusnya bagaimana,” katanya.

Menurut Jasman, kesimpulan untuk ekspose pada hari ini adalah masih harus dilakukannya penajaman kasus. “Saya bilang ini belum cukup, artinya masih ada penajaman kasus,” katanya.

Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumatera Utara Erbindo Saragih mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus sehingga digelar ekspose. “Kita juga terkendala surat izin,” katanya

Rahudman diduga telah rugikan negara Rp 1,59 miliar, saat menjabat Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan. Kasus ini mencuat saat auditor Badan Pengawas Daerah Pemkab Tapsel menemukan kas tangan pemegang buku telah kosong. Saleh Harahap, Bupati Tapsel saat itu, melaporkan kasus ini ke Polda Sumut.

Baca Juga :  Polresta Siantar Diserang, TNI Resmi Minta Maaf

Tribunnews.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*