Jangan Biarkan Bangunan Bersejarah Padangsidimpuan jadi Ruko!

Pemko Psp harus memperhatikan bangunan bersejarah yang ada di kota salak itu. Caranya, mendata keseluruhan jumlah bangunan bersejarah. Selanjutnya, melestarikan dan memanfaatkan bangunan bersejarah agar punya daya tarik untuk dikunjungi. Bukan justru beralih fungsi jadi ruko.

Hal ini disampaikan pengamat sosial dan politik, Arman Badrsiyah Hasibuan, kepada METRO, Kamis (3/2).
Arman meminta Pemko Psp melalui Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) agar mendata bangunan bersejarah. “Harus didata, agar tidak hilang begitu saja. Dan yang terpenting adalah bisa dilakukan pemeliharaan. Kan dana yang diposkan di Bidang Pariwisata itu jumlahnya miliaran rupiah. Jadi, tidak mungkin kalau untuk pendataan saja tidak bisa. Jangan sampai ada lagi aset pemko, khususnya bangunan bersejarah beralih fungsil menjadi ruko” tuturnya.

Sekretaris Komisi II, Sopian Harahap, juga meminta kepada Disporabudpar Psp untuk melakukan pendataan di tahun ini agar bisa dilakukan pemeliharaan untuk yang masih tinggal untuk diberdayakan.
“Kita minta Disporabudpar untuk melakukan pendataan bangunan bersejarah yang ada di Psp agar bisa kita pelihara dan menjaga dari kepunahan,” sarannya.

Sekda Psp, Sarmadan Hasibuan, mengatakan bahwa Pemko Psp melalui Disporabupdar akan melakukan database atau pembenahan data yang mana-mana saja sebenarnya bangunan bersejarah milik Pemko Psp. “Akan kita lakukan pendataan dan update datanya, agar kita tahu yang mana saja milik Pemko Psp,” tegasnya.  (phn) (metrosiantar.coM0

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bulog dan Pemko Sidimpuan Gelar Operasi Pasar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*