Jangan Blokir WikiLeaks, Biar Borok AS Kebongkar

Sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang dilansir WikiLeaks mulai menyerempet soal Indonesia. Pemerintah didesak untuk tak memblokir WikiLeaks. Biar borok AS terbongkar.

Pandangan itu disampaikan pengamat teknologi komunikasi informasi, Heru Sutadi. Dia menilai, bocornya dokumen rahasia AS itu justru bisa membuat Amerika jadi musuh dunia.

“Dampak WikiLeaks akan membuat semua negara berfikir negatif kepada Amerika,” ujar Heru Sutadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (04/12/2010).

Untuk itu, Heru menyarankan agar pemerintah tidak perlu memblokir situs yang didirikan oleh Julian Assange, seperti yang dilakukan beberapa negara lain.

“Justru harus diungkap, karena yang dibuka oleh situs WikiLeaks justru Indonesia bisa melihat, bagaimana sesungguhnya Amerika memandang Indonesia. Karena yang diungkap adalah laporan Duta Besar AS kepada pemerintah AS,” tegas Heru.

Mengenai data tentang Indonesia yang saat ini dibocorkan oleh Wikileaks menurut Heru bukan masalah yang prinsipil. Karena rahasia yang dibongkar baru 4 dokumen dan hanya menyinggung masalah sensitif.

“Yang saya baca baru menyerempet saja dengan Indonesia. Tidak prinsipil. Tapi ada kemungkinan WikiLeaks akan menyebarkan dokumen lain yang lebih penting. Kabarnya masih ada 3 ribu dokumen lain yang menyangkut Indonesia,” tukasnya.

WikiLeaks membocorkan dokumen kabel rahasia antara ratusan Kedutaan Besar Amerika Serikat di seluruh dunia dengan Kementerian Luar Negeri di Washington. Khusus Indonesia, dikatakan ada 3.059 dokumen dengan label Embassy Jakarta.

Baca Juga :  Kiat Membasmi Virus Ramnit dari Komputer

Dalam laporan WikiLeaks dilaporkan diantaranya, tentang Pemilu 2004 CRS Report RS21874 Analyst in Southeast and South Asian Affairs 20 Mei 2005. SBY disebut the thinking general.

Juga tentang Wiranto jika jadi presiden, hubungan RI dan AS akan sangat rumit karena Kongres AS menaruh perhatian besar pada isu pelanggaran HAM di Timor Timur. (inilah.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*