Jangan Serobot Tanah Ulayat Kami

Jangan Serobot Tanah Ulayat Kami
Jangan Serobot Tanah Ulayat Kami

apakabarsidimpuan.com – Perusahaan PT. Karya Agung Sawita (PT. KAS) / Sumber Tani Agung (STA) Group, Kebun Sosa, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), diduga telah melakukan penyerobotan terhadap ratusan Hektare (Ha), tanah ulayat Masyarakat Desa Ujung Batu, Kecamatan Sosa, di Daerah Tulangan, untuk keperluan perluasan areal perkebunan kelapa sawit yang dikelola perusahaan tersebut.

Guna mengantisipasi agar tidak meluasnya areal tanah ulayat masyarakat Desa Ujung Batu, yang akan dijadikan sebagai areal perkebunan kelapa sawit secara illegal oleh perusahaan swasta tersebut, ratusan orang warga masyarakat Desa Ujung Batu, sejak Hari Senin, (27/1) lalu sampai saat ini, melakukan pendudukan kembali tanah ulayat mereka dan membuka kembali lahan milik desa itu, untuk areal pertanian masyarakat, kata Kepala Desa Ujung Batu, Hamdani Daulay, kepada wartawan, Rabu (5/2).

Dijelaskan Hamdani Daulay, kronologis tanah ulayat tersebut sudah ada sejak jaman kerajaan sebelum masuk kemerdekaan, namun ringkasannya, di tahun 1989, masyarakat Desa Ujung Batu sudah berladang dan menanami tanah ulayat tersebut dengan tanaman karet. Kebiasaan masyarakat apa saat itu, usai membuka dan menanami lahan, mereka akan bukan lahan baru untuk dikelola, sambil menunggu hasil dari tanaman yang pertama, bukti tanaman karet tua tersebut, masih terdapat di atas lahan itu sampai saat ini.

Pada tahun 1997, masuk PT. Karya Abadi Sama Sejati (PT. KASS) ke Desa Ujung Batu untuk membuka areal perkebunan sawit.Saat itu, ada oknum aparat yang mengatasnamakan masyarakat Desa Ujung Batu, menjual sebagian tanah ulayat kepada perusahaan, sehingga pihak perusahaan dapat melakukan penanaman bibit kelapa sawti di atas tanah tersebut, dengan dikawal oleh aparat brimob, papar Hamdani.

Tahun 1998, setelah berhasil menanami kebun sawit di atas tanah ulayat seluas ribuan Ha tersebut, Perusahaan PT. KASS memberikan plasma kebun sawit seluas 300 Ha kepada masyarakat Desa Ujung Batu, tanpa memberikan penjelasan kepada masyarakat desa soal penyerahan plasma kebun sawit tersebut.

Baca Juga :  Paramedis Pemko Padangsidimpuan Tanggap Darurat

Selanjutnya, di tahun 2008, perusahaan PT. KASS berubah nama menjadi PT. KAS / STA Group. Masyarakat Desa Ujung Batu yang mengetahui pergantian nama perusahaan tersebut, kembali melakukan penanaman di atas tanah ulayat mereka, masyarakat mengganti tanaman karet yang sudah banyak dirusak oleh perusahaan sebelumnya, dengan tanaman kelapa sawit. “Namun setelah seluruh areal tanah ulayat ditanami kelapa sawit oleh masyarakat desa, sebagian besar tanaman tersebut kembali dirusak oleh PT. KAS / STA Group dengan menggunakan buldozer dan dikawal aparat brimob”, ujar Hamdani  Daulay.

“Akan tetapi, setelah lima tahun lebih dimomoki oleh perusahaan PT. KAS / STA Group, akhirnya, pada tanggal 27 Januari kemarin, masyarakat kembali membuka lahan tersebut untuk kembali ditanami, sebagai kebutuhan hidup. Saat kami membuka kembali lahan itu, masih terlihat tanaman tua yang pernah ditanam oleh orang-orang tua desa ini, seperti tanaman rotan, rambutan, kelengkeng, buah jering (jenis sayuran) dan sekitar 20 batang pohon kelapa sawit yang kami tanam pada tahun 2008 lalu”, ungkap Hamdani.

Sementara itu, Manager PT. KAS / STA Group Kebun Sosa, Mawardi Nur TM, ketika dihubungi wartawan melalui pia selurer, tidak mau memberikan imformasi  soal aksi pendudukan masyarakat Desa Ujung Batu di atas tanah yang diklaim masuk dalam areal perkebunan PT. KAS / STA Group denghan tidak mau mengangkat HP atau membalas SMS yang di kirimkan kepadanya.

Sedangkan Humas PT. KAS / STA Group, Faijan Sukri Hasibuan, dikompirmasi wartawan, Selasa (4/2), di Kantor Camat Sosa, mengatakan, bahwa areal yang diduduki oleh masyarakat Desa Ujung Batu merupakan areal perkebunan PT. KAS / STA Group, areal tersebut belum bisa ditanami oleh perusahaan karena belum mendapat ijin dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Palas, sehingga areal tersebut hanya ditanami dengan pohon jati bonsai (jabon), jelas Faijan.

Baca Juga :  LPI - Mantan Pemain Aston Villa Resmi Perkuat Bandung FC

Kapolsek Sosa, AKP. Heri Syofyan, SH, saat ditemui wartawan, membenarkan adanya kegiatan pendudukan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ujung Batu. Pihaknya mendampingi Kabagren Polres Tapsel, Kompol H. Sarluman Siregar, SH, saat turun langsung ke lokasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat yang menduduki lahan, agar tidak melakukan tindakan anarkis di atas lahan tersebut.

“Hasil pertemuan Kabagren Polres Tapsel dengan pihak masyarakat dan management PT. KAS / STA Group disepakati, persoalan ini akan dimediasi oleh pihak kepoisian untuk mencari solusi terbaik bagi kedua pihak. Keterangan dari perusahaan didapatkan, bahwa lahan tersebut telah dibayarkan ganti ruginya, namun masih ada juga masyarakat yang belum mendapatkan pembayaran ganti rugi. Masyarakat menuntut agar tanah mereka dikembalikan bila pihak perusahaan.Apabila tidak dapat memberikan ganti rugi tanah yang layak”, ucap Kapolsek Sosa. (Ts)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*