Jangankan 1X ulang, 10X Ulangpun Kami Akan Tetap Mendukung Hidayat-Dahlan

5693375be3e65489a905eaf2b18ab5ec5c4095a Jangankan 1X ulang, 10X Ulangpun Kami Akan Tetap Mendukung Hidayat DahlanPuluhan ribu masyarakat Mandailing Natal mulai dari Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu menuju Kota Panyabungan menyambut  Bupati Madina terpilih nomor urut 6 HM Hidayat Batubara dan Drs H Dahlan Hasan Nasution, Selasa (13/7).

Terlihat masyarakat sepanjang desa yang dilalui pasangan Hidayat-Dahlan meminta agar berhenti dan menyalami warga. Meskipun MK telah menggagalkan Hidayat-Dahlan sebagai pemenang pada Pilkada Madina 9 Juni lalu,  masyarakat tidak peduli dan tetap akan mendukung pasangan tersebut pada pencoblosan ulang.

“Jangankan satu ulang, 10 ulangpun  kami masyarakat akan tetap mendukung pasangan Hidayat-Dahlan,”ujar salah seorang warga Siabu.

Melihat sambutan masyarakat Madina di Kecamatan Siabu, Bukit Malintang, Panyabungan Utara dan Panyabungan Kota, pasangan Hidayat-Dahlan meneteskan air mata.

Sambutan masyarakat tersebut kepada pasangan Hidayat-Dahlan tidak ada yang mengoordinir, melainkan masyarakat datang dengan sukarela di pinggir jalan untuk melihat secara langsung. Bahkan tidak jarang para ibu ikut meneteskan air mata.

Arak-arakan pasangan Hidayat-Dahlan selanjutnya berkunjung ke Bagas Godang Pidoli Panyabungan Kota untuk dilakukan upah-upah oleh para pendukungnya.

H Adnani Lubis Lc.MA di hadapan ribuan pendukung Hidayat-Dahlan mengungkapkan bahwa pasangan bupati terpilih pada Pilkada Madina 9 juni lalu telah dizalimi oleh orang-orang yang tidak siap kalah dan menang.

Ditegaskannya lagi masyarakat Madina pendukung Hidayat-Dahlan akan tetap memilihnya meskipun Pilkada Madina diulang 10 kali. “Demi tegaknya keadilan di bumi gordang sambilan dan untuk menyejahterakan masyarakat Madina,”ungkap Adnani.

Baca Juga :  Kapolsek Sipirok: Waspada Pencuri

Diutarakannya segelintir orang-orang di Madina yang mengatakan politik uang malah mereka yang lebih berpolitik uang.”Siapa sebetulnya yang munafik,kita akan tetap berjuang untuk memenangkan Hidayat-Dahlan dan siap untuk mengawal proses pencoblosan ulang,” kata Adnani.

Sementara itu, Hidayat Batubara  meminta ribuan pendukungnya untuk bersabar dan jangan ada yang terpancing dan yang berbuat anarkis. “Perjuangan ini belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW. Namun, bila memang masih terus dizalimi dan tidak terbendung lagi saya serahkan kepada pendukung saya”katanya.

Sedangkan Dahlan Hasan Nasution merasa terharu melihat sambutan yang diberikan masyarakat terhadap dirinya dan Hidayat. “Sambutan masyarakat ini merupakan tambahan semangat bagi kami untuk terus berjuang demi perbaikan Madina ke depan,” kata Dahlan.

SUmber: http://batakpos-online.com/content/view/15389/42/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

14 Komentar

  1. Kalau saja dulu tim yng menang mau merangkul yng kalah saat didatangi pasti gak kayak gini jadinya, Tapi yang menang terlalu besar kepala dan angkuh, ya jadi gini dehy …

  2. ikuti aja putusan MK kenapa susah-susah ? kalau tak percaya sama MK apa mau percaya sama begu lattuk ? kawan2 perantau apa sudah baca putusan MK ? dalam putusan tsb apa disebutkan si Dayat boleh iku lagi ?

  3. ” Jangankan 1 x putaran, berputar2 pun kami sanggup ” Itu adalah ungkapan orang yang sombong, yang merasa lebih punya dari semua, yang lain dianggap kere. PROKLAMASI … KAMI RAKYAT MADINA, DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA TAHTA BUPATI MADINA HANYA MILIK ORANG KAYA, ORANG KECIL ENYAHLAH DAN JANGAN MIMPI KARENA SEMUA BISA TERBELI …
    Madina 09 Juli 2010

  4. Anda tahu suap itu HARAM !!! tapi kenapa masih dilakukan, jadi kalu ada org lain yng melakukan HARAM maka menjadi HALAL bagi anda, anda sudah mengingkari HUKUM Tuhan, kalau ada yg membrantas sesuatu yang HARAM itu, anda bilang orang yang menzalimi. Sungguh, apakah ini tanda2 DAJJAL telah muncul, dimana sorga ditunjukkan dengan neraka dan sebaliknya.

  5. Putusan MK jelas mytkan bahwa dayat/dahlan bersalah krn mlkkn politik uang, smtr adnani bilang mrk di zhalimi, inilah contoh manusia munafik yg tidak patuh lagi hukum Tuhan, jelas dlm islam dinyatakan yg menyuap dan disuap adlh haram dan dosa, politik uang adlh suap, dmn lg moral ulama seperti itu ktk suap juga dibenarkannya, betrtobatlah adnani LC,,,

  6. Ya pasti dong kita harus dukung yang menang, tapi masalahnya yang menang itu siapa belum ada kan, pilkadanya saja masih diulang, menang di perolehan suara tapi kalah di MK krn terbukti ada kesalahan jadi batal kemenangannya. Ibarat main bola memang bola gol masuk ke gawang tapi wasit melihat sebelumnya offside jadi batal golnya

  7. Memang sudah menjadi budaya orang indonesia kalau kalah gak terima kalau menang besar kepala, kapan majunya bangsa ini seharusnya kita lapang dada menang atau kalah jangan saling membuka keburukan masing2 karena kita sendiri juga belum tentu yang terbaik dukunglah yang menang…….kita nih katanya negara hukum tapi kenyataannya…..Kalau menurut saya dukunglah yang menang dan mari bersama-sama membangun madina agar lebih maju dan sejahtera jangan rakyat yang jadi korban akibat kepentingan segelintir orang, berpikirlah yang jernih pake otak jangan pake otot….beri kesempatan pada yang terpilih jika memang yang terpilih tidak mampu mengemban amanah yah baru masyarakat bertindak….bersikaplah gentlemen…..oke….. “SMOGA MADINA MAKIN MAJU DAN SEJAHTERA RAKYATNYA”…..

  8. Diharapkan kepada rekan2, tim2, tokoh pemenangan, jgn berkomentar yng berlebih2an dan mengeluarkan statetmen tuduhan yg gak jelas … nanti lawan kita semakin bertambah, profesinal sedikitlah

  9. Orang mau menegakkan kemurnian kok malah dituduh menzalimi, apa yg menzalimi itu, Kandidat no1, no2,no2, no4, no5, no6, KPU,PANWAS, POLRI, MK … atau semuanya tolong dijawab, jangan menghasut masyarakat yng tdk tau apa2, kalau merasa gak sanggup menjawabnya lebih baik jangan berkomentar2, menuduh2 menzalimi, karena yng menang pilkada cuma HB, apa semua yng kalah dan instansi terkait itu yng MENZALIMI anda ????

  10. WASPADAI PIHAK2 YANG MEMANCING KERUSUHAN SEBAGAI JALAN AKHIR, BAIK DARI PIHAK2 YG MENANG DAN YG KALAH, SAYANGI MADINA… HITA SUDE NA SA KOUM DO SA AQIDAH, ULANG PATURUT HOMU NAFSU NI SETAN, JGN SAMPAI TERJADI BERBALAS PANTUN,

  11. Silakan saja kalau mau menyalah2kan kandidat lain, tapi jangan coba2 melawan konstitusi karena akan berhadapan dengan negara, untuk konstitusi harga mati … kalau konstitusinya tidak benar/salah ada prosedurnya untuk peninjauan ulang, bukan menghasut2 massa krn ketidakberesan segelintir orang, masalah siap menang2 atau kalah finalnya di MK, jadi siapa yang gak siap sekarang ??? Kalau krn kursi bupati madina bergolak, gak usah ada Bupati … masih ada tokoh2 masyarkat, tokoh adat, tokoh agama yang bisa memimpin.

  12. Kalau yang menentang money politic itu murni dari orang2 yang menginginkan PILKADA MADINA yang murni bukan dari kandidat lain, misalnya dari mahasiswa, alim ulama, dan tokoh2 lain apakah pihak HB juga mengatakan mereka terzalimi, apakah yg menegakkan UU itu orang2 yng mengzalimi, tolong supaya tim HB dapat membedakan, bahwa ada yg busuk ya…. dan ada yng murni pasti ya … , klo mau mengelak pake cara lain saja, sebelum Madina tambah panas

  13. Ralat : Jangan pakai SWT dong, harusnya SAW.

    Komen : Saya jadi bingung siapa yang benar ya? Apakah betul rakyat murni mendukung mereka. Apakah betul lawan telah menzolimi mereka. Pokoknya bingung…!!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*