Jelang Lebaran, Dishub Sumut tak Mau Kecolongan – Lampu Kuning untuk Aek Latong

Lebaran memang masih cukup lama, sekitar 30 Agustus 2011 mendatang. Tetapi Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut tidak mau kecolongan mengantisipasi mudik sebelum dan sesudah lebaran. Satu di antara pembahasan yang menarik adalah soal ditutup atau tidaknya kawasan Aek Latong di Sipirok, Tapanuli Selatan.

KECELAKAAN: Evakuasi bus ALS pada kecelakaan maut di Aek Latong, Sipirok, Tapanuli Selatan, (27/6) lalu.//Metro Tapanuli/SMG

Dishub Sumut bersama sejumlah instansi terkait seperti Balai Besar Jalan Nasional, Biro Perekonomian Sumut, Dinas Binamarga, Ditlantas Poldasu dan Jasa Raharja melakukan riset tentang kenyamanan dalam berlalulintas jelang Ramadan dan Idul Fitri mendatang. Hasil riset tersebut baru akan dipublikasikan 5 Agustus mendatang.

“Rencananya hasil riset ini akan diterima Plt Gubsu langsung,” ungkap Kadishub Sumut Rajali didampingi Kabid Perhubungan Darat Darwin Purba, Rabu (20/7). Menurut Rajali, riset yang dilakukan di antaranya mengenai jalan-jalan rusak, daerah rawan longsor, jalur alternatif mudik, berapa personel kepolisian maupun dishub yang akan turun dalam pengamanan dan pemantauan serta lainnya. “Jadi untuk lebih lengkapnya, kita baru bisa paparkan Jumat (5/8),” ungkapnya.

Menurutnya, Dinas Perhubungan bersama instansi-instansi tersebut sedang memantau semua jalan-jalan di Sumut. “Sebelum melakukan ekspos di Kantor Gubsu, kita juga akan melakukan rapat internal pada Senin (25/7) mendatang mengenai hal itu juga,” kata Rajali.

Sedangkan mengenai jalur lalu lintas di Aek Latong, menurut Rajali, jalur tersebut akan tetap digunakan, tapi sesuai situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. Dengan kata lain, untuk jalur Aek Latong masih seperti lampu kuning pada traffic light. “Jika kondisi tak memungkinkan, seperti licin karena dibasahi hujan dan sebagainya, maka akan dialihkan ke jalur Gunung Tua Paluta,” katanya.

Rajali juga sempat mengungkapkan, jalur Aek Latong ini sudah disarankan untuk tak lagi digunakan. Namun, masih banyak armada bus yang membandel. “Itu sudah lama kita sarankan, karena kondisi jalan memang sudah sangat tak memungkinkan jika cuaca sedang buruk. Namun, memang kita akui pihak-pihak tertentu tak mau mengindahkan saran kami ini,” ujarnya lagi.

Menurutnya, jalur tersebut sejak 2008 lalu sudah dipasangi portal. “Di Pal-11 sejak 2008 lalu kita sudah memasang portal. Namun, dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Hingga kini jalur tersebut masih digunakan dan tentunya armada bus harus mengambil risiko terburuk untuk melewati jalur itu saat cuaca buruk,” jelas Rajali.

Baca Juga :  Pukul West Ham, Birmingham Tantang Arsenal

Terlepas dari itu, jelang Idul Fitri, ternyata Aek Latong menjalani perbaikan pula. Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu yang meninjau proses perbaikan jalan Aek Latong didampingi muspida plus, Kamis (14/7) lalu, malah berharap proses perbaikan jalur Aek Latong bisa selesai diperbaiki secepatnya. “Kita harapkan minus 7 sebelum lebaran tidak ada kendala lagi bagi kendaraan untuk melewati jalan tersebut,” harap Syahrul.

Selain kondisi jalan, Pemkab Tapsel pun berusaha membuat Aek Latong tampak nyaman. Salah satu rencananya adalah memasang penerang jalan. Karena itu Syahrul juga berharap peran PLN untuk membuat lampu penerangan di jalan rusak tersebut. “Kita harapkan bisa cepat, sehingga ketika puasa di daerah ini sudah terang, sehingga lebih memudahkan kendaraan untuk melalui jalur tersebut dengan pencahayaan yang cukup,” tukas Syahrul.

Ya, sejak 15 tahun lalu hingga saat ini, kondisi jalan nasional Aek Latong, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumut masih rusak parah. Hampir tidak ada perhatian pemerintah pusat mencari solusi perbaikan jalan lintas barat yang menghubungkan Sumut dengan Sumbar itu.

Hal yang disayangkan lagi, pemerintah malah menganggap Jalan Aek Latong bukan prioritas. Pemerintah masih mengesampingkan optimialisasi perbaikan jalan itu dan memilih merampungkan sejumlah proyek lainnya yang nilai manfaatnya tidak sebesar manfaat Jalan Aek Latong. Padahal, kecelakaan kerap terjadi dan jika pun berhasil melintasinya, harus dengan bersusah payah. Puncaknya, sebanyak 19 orang tewas dan puluhan luka-luka dalam kecelakaan bus ALS, Minggu (26/6) lalu.

Sebelumnya, setelah tragedi bus ALS di Aek Latong, Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sempat berjanji akan memperbaiki Jalan Aek Latong yang merupakan jalan lintas provinsi. “Saya berjanji akan memperhatikan dan memperbaiki kondisi jalan Aek Latong yang sangat memprihatinkan,” tukas Gatot.

Masih menurut Gatot, Pemprov Sumut akan mencari solusi untuk perbaikan jalan ini. Termasuk memfungsikan jalan alternatif yang sedang dikerjakan. Menyangkut anggaran biaya pembuatan jalan alternatif ini akan diupayakan secepat mungkin dan disampaikan kepada Kementerian PU di Jakarta.

Baca Juga :  Wujudkan Profesionalisme ; Polres P. Sidimpuan Gelar Pelatihan Fungsi Terpadu

Menyinggung kapan jalan alternatif ini selesai dibangun, Gatot mengungkapkan, dia sudah memerintahkan agar Kepala Balai Uji Jalan Pemprov Sumut secepatnya menyelesaikan pembangunan jalan tersebut. Karena dikhawatirkan, akan berjatuhan korban-korban yang lain akibat kondisi jalan yang sangat buruk.

Adapun rencana penyelesaian pembangunan jalan alternatif itu, menurut Gatot akan selesai Tahun 2012. “Saya berjanji jalan alternatif tersebut bisa dilintasi pengguna jalan di Tahun 2012,” ujar Gatot. (saz/neo/smg)

Solusi Sementara untuk Aek Latong

  1. Tanah di jalur kanan (jika menuju Tarutung dari Sipirok) akan diturunkan. Caranya, dengan dikorek sekitar 2 meter dengan lebar 5 meter. Sehingga, kendaraan dari arah Tarutung tidak kesulitan menanjak. Sebab, tanjakannya sudah tidak begitu tinggi. Begitu juga dengan sisi kanan (jika arah menuju Tarutung dari Sipirok), permukaan jalan yang penuh bebatuan dan tanah tersebut juga dikorek sekitar 50 centimeter. Tujuannya, agar jalan landai dan mobil yang turun tidak begitu curam saat menurun.
  2. Bagian bawah jalan Aek Latong akan terus ditimbun agar permukaan naik sekitar 1-5 meter dan lebarnya ditambah menjadi 10 meter, sehingga kendaraan yang hendak menanjak tidak begitu kesulitan melewatinya.
  3. Payau yang ada di pinggir jalan ditimbun terus-menerus agar air tidak tergenang lagi.
  4. Membangun sediikitnya 10 titik lampu penerangan di kiri dan kanan badan jalan rusak.

Sumber: Keterangan Pengawas Lapangan Perbaikan Jalan Rusak Aek Latong, Zulmansyah, kepada Metrosiantar (Grup Sumut Pos).

Sumber: www.hariansumutpos.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*