Perkuat Lembaga, Bela Rakyat Maka Hanura Akan Semakin Dominan.!

60659032896d6f37b0120ec0cb92afbf8387e7f Perkuat Lembaga, Bela Rakyat Maka Hanura Akan Semakin Dominan.!Sesungguhnya Partai Hanura memiliki potensi mendominasi papan tengah kekuatan politik di Sumatera Utara apabila sejak sekarang berbenah diri memperkuat kelembagaan partai dan meningkatkan kepedulian terhadap kepentingan rakyat.

Demikian dosen Sosiologi Politik FISIP dari UMSU Shohibul Anshor Siregar kepada media menanggapi akan diselenggarakannya Musyawarah Daerah I Partai Hanura Sumatera Utara Jum’at lusa.

Namun di mata pengamat politik yang juga Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (‘nBASIS) ini yang menjadi tantangan bagi Partai Hanura ini ialah sulitnya menyatukan langkah  di antara orang-orang dari latar belakang yang amat majemuk dan dengan bayangan faksi-faksi yang agak sulit dipersatukan. Kondisi ini begitu sukar untuk langkah penataan kelembagaan partai apalagi  aktualisasi diri dalam mengadvokasi kepentingan rakyat.

Diakuinya, hal ini bukanlah masalah khas Partai Hanura saja, melainkan terdapat juga pada partai-partai yang relatif berusia muda bahkan termasuk partai Demokrat meskipun saat ini menduduki posisi mayoritas di parlemen. Partai-partai yang bangkit setelah reformasi, jelas Shohibul,  memang sulit menghindari permasalahan ini. Rendahnya kesetiaan kepada partai menjadi penyebab yang akarnya terhunjam jauh pada model kepartaian yang minus gagasan ideologis. Partai-partai pasca reformasi memang didominasi oleh tingginya pragmatisme akibat tiadanya panutan tokoh ideolog yang diakui integritas dan ketangguhannya.

Peran Figur Central

Sama dengan Partai Demokrat, Partai Hanura yang dipenuhi oleh orang-orang dengan latar belakang amat beragam dan dengan berbagai bayangan faksi akan begitu sulit mencapai konsensus politik yang menjadi prasyarat untuk penataan kelembagaan partai dan aktualisasi diri.

Dalam hal ini peran figur sentral yang berkedudukan di Jakarta amat menentukan. Wiranto dan para pembantunya tidak boleh lepas kendali dan buta terhadap masalah lokal hingga mengabaikan pertimbangan merit-system dalam proses penentuan pemimpin lokal yang akan dipuituskan melalui musyda I. Tinggi dan bertele-telenya konflik internal partai di daerah pada umumnya berawal dari kegamangan pemimpin puncak yang gagal memberi lead yang tegas.

Baca Juga :  Polresta Medan Sebar Gambar DPO Abu Tholut & Taufik Hidayat

Untuk partai Demokrat kedudukan sentral SBY yang kebetulan saat ini menjadi Presiden RI relatif begitu ampuh meredam konflik internal meskipun saat SBY lengser keprabon kelak ledakan konflik amat potensil terjadi.

Wiranto memang kurang berhasil memimpin setidaknya dilihat dari 2 even politik besar, yakni pemilu legislatif dan pilpres yang kedua-duanya berlangsung tahun 2009. Tahun-tahun pertama setelah berdiri partai Hanura memiliki kejutan yang cukup besar, tetapi perlahan surut hingga pada pemilu legislatif gagal mendapatkan posisi terbaik. Pada tahun 2004 Wiranto adalah Calon Presiden dari partai mayoritas (Golkar), tetapi gagal merebut kedudukan RI 1. Tahun 2009 Wiranto memelorotkan posisi dengan kesediaannya sebagai calon wakil presdien RI dan kalah pula berhadapan dengan figur yang mengalahkannya pada tahun 2014. Maka secara politik Wiranto sudah dianggap gagal dan sulit sekali melakukan lompatan besar untuk partainya.

Perbanyak Akbar Faizal

Shohibul melihat pentingnya pencitraan bukan dengan peraga, melainkan aktualisasi diri. Terutama bagi mereka yang saat ini duduk di lembaga legislatif harus ada kebanggan melihat kiprah orang mereka di DPR-RI seperti Akbar Faizal. Akbar Faizal itu bukan orang yang sembarang bunyi dan bukan orang yang sembarang berani. Jika cuma asal bunyi dan asal berani, logika masyarakat akan menolaknya dan bahkan mencemooh sebagaimana berlaku pada kader partai lain yang juga mendominasi pemberitaan media.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Biro Umum Pemprovsu - Rp25 M Disimpan di Rekening Pribadi

Menilik pada sosok Akbar Faizal, kemampuan kompetensional tampaknya menjadi nomor satu baginya dan hanya dengan itu ia punya keberanian memainkan kemahirannya berdiplomasi.

Karena menjadi bagian terluar dari Public Relation Partai, maka anggota legislatif partai Hanura saat ini (dimana saja pun berada) dapat memainkan peran penting seperti Akbar Faizal dan itu berdampak besar kepada citra partai.

Terutama di daerah, bobot permasalahan kerakyatan lebih dari cukup untuk disuarakan dan media massa pun sesungguhnya sudah lama sekali merindukan bicara yang berbobot dari kalangan leguislatif, tegas Shohibul (SAS)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*