Jelang Musim Tanam, Petani Arse Gencar Berburu Tikus

Sekitar sepekan terakhir secara bergiliran petani di Kecamatan Arse, Kabupaen Tapanuli Selatan, berburu tikus. Perburuan tikus dilakukan agar padi yang akan ditanam bisa  terhindar dari serangan hewan pengerat tersebut.
Camat Arse, Yohane AP, kepada METRO di sela kegiatan berburu tikus, Senin (14/2), mengatakan, kegiatan berburu tikus tersebut sesuai dengan kesepakatan seluruh masyarakat dan serbagai tindak lanjut yang sudah diperintahkan Bupati Tapsel.

“Ide berburu tikus ini sebelumnya muncul dari masyarakat melalui pelaksanaan reses salah seorang anggota DPRD Tapsel. Selanjutnya, setelah dimusyawarahkan di aula kecamatan disepakati bersama untuk memberantas tikus tersebut sebelum musim tanam dimulai karena dianggap lebih efektif,” sebutnya.

Sementara itu anggota DPRD Tapsel, Husin Sogot Simatupang, yang turut dalam kegiatan berburu, menambahkan, kegiatan tersebut tepat untuk meningkatkan pendapatan petani agar terhindar dari gangguan tikus.

“Sebenarnya kegiatan ini lahir dari ide masyarakat sendiri. Disampaikannya langsung pada kita ketika sedang reses beberapa waktu lalu. Dan akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana juga. Hal itu berkat ketulusan warga petani yang selalu ada niat dan tujuan untuk maju dalam mengembangkan usaha yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Arse, Junna Siregar SP, didampingi stafnya, Sri Matondang SP, mengaku, pelaksanaan kegiatan berburu tikus yang diterapkan di Kecamatan Arse adalah dengan pola penggunaan Tiram yang dibakar lalu dimasukkan ke dalam lubang tempat persembunyian tikus.

Baca Juga :  Meski Kalah, Howard Bikin Rekor di Piala Dunia

“Cara berburu adalah pengemposan sarang tikus, yaitu dengan mengasapi lubang tikus agar tikusnya mati dengan menggunakan TIRAN 58 PS yang menggunakan alat alpostran,” tuturnya keduanya.

Ditambahkan keduanya, pola pemberantasan tikus menjelang musin tanam tepat karena nantinya populasi tikus pada saat tanaman padi berkembang berkurang. Pola penaggulangan hama tikus bukan saja dilakukan berburu, namun setelah diburu menjelang musim tanam tentu populasinya akan berkurang.

Selanjutnya, sesuai kesepakatan seluruh warga petani di kecamatan ini, setelah usia 1 bulan maka akan ditterapkan racun pengumpan (Tipang Tikus), selanjutnya pada masa menjelang primordial (padi mebunting) pola yang diterapkan selanjutnya adalah pembersihan dan pengeringan lahan dari rumput dan air (sanitasi) agar hama tikus tak datang hingga menjelang panen. (ran) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*