Jelang Natal dan Tahun Baru Polda Sumut Gelar Ops Zebra Kota dan Sikat Toba

MEDAN – Menjelang Natal 25 Desember 2011 dan Tahun Baru 2012, Polda Sumut menggelar Operasi (Ops) Zebra Kota dan Sikat Toba dengan target kelancaran lalulintas dan mengantisipasi berbagai kejahatan.

“Ops Zebra Kota dilaksanakan selama 14 hari, tepatnya mulai 28 November-11 Desember dengan target kelancaran lalulintas pada titik-titik rawan macet,” ujar Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) AKBP MP Nainggolan, Jumat (2/12/2011) kepada wartawan diruangkerjanya.

Nainggolan mengatakan, selain itu Ops Zebra Kota juga untuk menekan angka kecelakaan dan korban tewas, agar semakin berkurang dibanding tahun sebelumnya. Serta menekan jumlah pelanggaran lalulintas hingga menciptakan kondisi Kamtibmas yang kondusif, meningkatkan disiplin berlalulintas serta sosialisasi Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan Angkutan Jalan.

Dalam Ops ini, lanjut Nainggolan, sebanyak 1239 personil dilibatkan terdiri dari 59 anggota Polda Sumut dan 1180 dari seluruh jajaran.

Sementara Ops Sikat dilaksanakan mulai Kamis (1/12/2011) hingga Kamis (15/12/2011) mendatang.

Dalam operasi ini, katanya, lebih dikedepankan target penanggulangan kejahatan jalanan (street crime) dalam bentuk pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta aksi premanisme.

“Khusus Ops Sikat, melibatkan 13 Satuan Wilayah (Satwil) seperti Polresta Medan, Deliserdang, Tebingtinggi, KP3 Belawan, Sergai, Binjai, Langkat, Simalungun, Siantar, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu dan Tapanuliselatan,” jelas Nainggolan.

Baca Juga :  Akibat Kebun Plasma Dan Konservasi Yang Tidak Jelas, Warga Batu Mundom Tuntut BPN Tidak Terbitkan Izin HGU PT. DAL

Ditambahkannya, sebanyak 458 personil dikerahkan, terdiri dari 58 anggota Polda Sumut dan 400 dari 13 Satwil untuk mendukung Ops ini.

Disinggung tindakan yang akan dilakukan terhadap para pelaku kejahatan yang beraksi dalam masa Ops Sikat, Nainggolan menegaskan tetap dilakukan sesuai prosedur.

Ditanya kemungkinan dilakukan tembak di tempat, Nainggolan menegaskan semuanya tergantung situasi di lapangan. “Tapi polisi tetap melaksanakan tugas dengan mengedepankan sisi humanis,” ujarnya. (fer/tribun-medan.com)

Penulis : Feriansyah
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Tribun Medan
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Operasi Zebra apa !!!!! Omong kosong itu !!!!! operasi dulu dirimu baru kau operasi orang lain. Cobalah perhatikan kalau kita naik kendaraan dari Sidempuan ke Medan… selalu ada anggota Polisi yang sengaja berdiri ditengah jalan, memberi kode kepada sopir untuk jalan lambat, tapi pada saat mobil mendekat selalu tangannya menjulur ke arah sopir….. dan sopir ngasih duit 10 ribu sampai 20 ribu an ! lho kalau seratus mobil yang lewat sudah berapa ? Namanya bukan Operasi Zebra tapi perlu OPERASI OTAK !!!!

  2. Semoga operasi Zebra ini tidak diproyekkan untuk mengisi pundi-pundi oknum tertentu. Seharusnya operasi Zebra, kuda, kijang atau operasipun namanya dijalan raya harus dilakukan secara terus menerus oleh Polri tidak hanya partisan, sehingga kesadaran masyarakat berkendara semakin tersosialisasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*