Jelang Natal, Sumut harus kondusif

15218520cf2a8542fbc429de9bbcfa45a8ec3d13 Jelang Natal, Sumut harus kondusif
(WOL Photo)

MEDAN – Aksi kejahatan di Sumatera Utara (Sumut) belakangan ini kian mengganas. Jelang Natal dan Tahun Baru 2012, potensinya diyakini semakin meningkat. Untuk itu, pihak kepolisian harus meningkatkan pengamanan guna menggaransi rasa aman bagi masyarakat Sumut.

“Pengamanan harus dilakukan secara rutin. Jangan buat peluang dan lengah terhadap pelaku (kejahatan),” ujar kriminolog asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Nursariani Simatupang.

Seperti kasus penembakan anak pengusaha mi di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa (29/11) yang hingga saat ini belum terungkap.Kemudian kasus perampokan yang terjadi di kawasan Jalan Imam Bonjol, Medan, tepatnya di depan Hotel Tiara,Minggu (4/12). Terakhir, kasus perampokan di Tapanuli Utara (Taput) hingga terjadi baku tembak dengan aparat Polres setempat, Selasa (6/12).

Untuk mencegah aksi kejahatan serupa, Nursariani meminta aparat kepolisian memiliki sikap dan moralitas penegak hukum.Aparat kepolisian juga harus lebih cepat bertindak sebelum pelaku kejahatan itu semakin merajalela. Bisa jadi, pelaku kejahatan bukan baru pertama melakukan aksinya. “Bisa jadi pelaku-pelaku ini lebih pengalaman menguasai lokasi sebelum (polisi) bertindak. Nah, dari situ paling tidak polisi dapat menelaah dan mengevaluasi cara pelaku beraksi,” ungkapnya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro telah memerintahkan seluruh jajarannya memberikan pengamanan terhadap tempat-tempat ibadah, khususnya gereja-gereja yang akan melaksanakan ibadah Natal. ”Dalam perayaan Natal nanti,Pak Kapolda sudah memerintahkan kita untuk mengerahkan sekitar 2/3 personel dalam melakukan pengamanan. Setiap personel akan ditempatkan di dalam maupun di luar gereja,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso,kemarin.

Baca Juga :  Kualanamu Belum ‘Naik Kelas’

Menurut mantan Wadir Lantas Polda Sumut itu,kepolisian sudah melakukan antisipasi dan meminimalisasi peluang aksi kejahatan dengan membentuk tim,rutinitas patroli dan ada target operasi (TO). Namun, dia enggan membeberkan sistem dan tindakan yang hendak dilakukan dalam mengantisipasi aksi kejahatan tersebut. “Karena operasi seperti ini termasuk rahasia bagi kepolisian, jadi belum bisa dibeberkan. Ini juga merupakan bagian dari kerja intelijen kami,”katanya.

www.waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*