Jelang Pemilukada, PNS di Pemkab Tapsel Sering “Ditekan”

Padangsidimpuan (www.hariansib.com)
Menjelang Pemilukada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Tapsel sering ditekan para pimpinannya karena tidak mau mengikuti arahan pimpinannya untuk memilih calon incumbent.

“Sudah banyak PNS yang mengadu kepada kita bahwa mereka (PNS–red) kerap diintimidasi dan ditekan, agar memilih salah satu pasangan calon (incumbent) pada Pemilukada yang akan digelar 12 Mei, kalau tidak mau akan dimutasi ke daerah terpencil dan beberapa orang yang menolak permintaan SKPD tersebut mengaku telah dimutasi ke daerah terpencil “ujar Ketua Fraksi Nasional DPRD Tapsel, Borkat S.Sos kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini.

Lebih lanjut Borkat mengatakan pihaknya telah “mencium” adanya pertemuan-pertemuan para pejabat eselon yang tergabung dalam Tim Sukses, dengan para staf dan pegawainya di masing-masing instansi dengan agenda untuk memenangkan calon incumbent. “Baru-baru ini kita memergoki Kadis Pendidikan Tapsel melakukan pertemuan rahasia dengan para kepala sekolah, untuk menganjurkan setiap guru diwajibkan mencari 4 suara untuk memilih calon incumbent,“ ujar Borkat.

TIM Khusus
Dalam menindak-lanjuti pengaduan para PNS dan temuan tersebut, Borkat mengatakan DPRD Tapsel akan membentuk tim khusus memantau kegiatan-kegiatan PNS. “Dan telah mendapat restu dari ketua DPRD Tapsel, Rahmat Nasution S.Sos, karenanya dalam 2 hari ke depan kita akan langsung bergerak,” ujarnya sembari menambahkan pihaknya sangat menyesalkan sikap calon incumbent dan para pejabat eselon yang telah menyalahgunakan jabatannya demi kepentingan pribadi dengan menekan para PNS.

Baca Juga :  Judi Togel dan Kim Marak di P. Sidimpuan

Selain itu, Borkat juga mengimbau agar KPUD, PPK, PPS dan KPPS tidak mengotak-atik DPT yang telah ditetapkan, dengan memasukkan pemilih siluman ke DPT, semisal memasukkan para PNS Tapsel yang bukan warga Tapsel dengan membuatkan KTP-nya dari Tapsel.

Di tempat terpisah, Ketua DPD PAN Tapsel Nazwardi Sihaloho kepada SIB mengatakan sangat mendukung tim khusus DPRD Tapsel, dan menyesalkan adanya intimidasi dan tekanan SKPD kepada PNS untuk memilih salah satu calon bupati. “Tindakan para SKPD itu sangat tidak terpuji karena sesuai aturan PNS seharusnya netral, bukan malah ikut dukung-mendukung salah satu calon,” ujarnya.
Kadis Pendidikan Tapsel Mara Saut yang dikonfirmasi SIB tentang digelarnya pertemuan dengan para kepala sekolah untuk mengarahkan setiap guru memilih calon incumbent, Senin (29/3) melalui telepon seluler dengan nomor HP 081376721515 yang biasa dipakainya, dengan singkat mengatakan tidak betul itu seraya terus mematikan HP-nya, ketika dihubungi wartawan SIB sampai 2 kali, HP-nya tidak diangkat-angkat sampai habis nada deringnya. (T-8/r)

http://hariansib.com/?p=119632

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*