Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Sangkumpal Bonang, Jumat (5/6). (Oryza)

Harga Cabai Merah Rp40 Ribu Per Kilogram

SIDIMPUAN – Meski pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan masih sekitar 11 hari lagi, namun sejumlah harga bahan pokok terus mengalami kenaikan. Bahkan, saat ini harga cabai merah tembus Rp40 per kilogram dari sebelumnya Rp30 per kilogram.

Informasi yang dihimpun, Jumat (5/6) kemarin di seputaran Pasar Sangkumpal Bonang, diketahui sebelas hari menjelang masuknya bulan suci ramadhan, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Untuk jenis sayuran, seperti cabai merah dari satu minggu sebelumnya harga per kilonya masih dikisaran Rp30 ribu, namun saat ini sudah mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Sebelumnya masih Rp30 ribu, sekarang sudah Rp40 ribu, udah ada sekitar satu minggu ini,” ujar Yus Nasution, salah seorang pedagang cabai di Pasar Sangkumpal Bonang.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut disebabkan pasokan barang yang terus menipis, sedangkan permintaan terus meningkat. “Biasanya kami ngambil barang dari Tarutung, tapi sekarang stoknya sedang habis. Makanya harganya terus naik, apalagi permintaan juga semakin banyak,” jelasnya dan mengaku kenaikan harga cabai telah mencapai 85 persen.

Begitu juga dengan harga jenis sayur-mayur lainnya, seperti tomat, dari harga sebelumnya Rp7 ribu, sekarang sudah Rp10 ribu per kilogram. Tak ketinggalan, bawang merah yang juga sudah beberapa kali mengalami kenaikan, saat ini sudah tembus di harga Rp35 ribu per kilonya. “Untuk bawang merah kemarin juga masih Rp30 ribu, sekarang sudah Rp35 ribu. Infonya stok barang sedikit, malah habis,” tukasnya.

Baca Juga :  MU Inginkan Sneijder, Moratti Menolak

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga tersebut akan terus terjadi hingga menjelang masuknya bulan puasa yang diperkirakan sekitar 11 hari lagi. Dan mereka berharap kepada pemerintah setempat kiranya dapat kembali menstabilkan kondisi harga yang semakin hari terus mengalami kenaikan. Ditambah lagi, menjelang puasa dan kebutuhan masuknya anak sekolah. “Kalau seperti ini kondisinya, bisa-bisa kami para pedagang merasa kesulitan untuk berjualan. Kalau harga tinggi, otomatis pembeli juga berkurang. Makanya kami minta agar pemerintah turun dan respon terhadap masalah ini,” tukas sejumlah pedagang.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh ibu-ibu rumah tangga yang biasa berbelanja kebutuhan pokok di pasar terbesar di Kota Psp itu (Pasar Sangkumpal Bonang, red). Menurut mereka, meskipun harga naik, namun jangan sampai terlalu tinggi, yang akhirnya berdampak terhadap pedagang dan juga pembeli.

“Ya, paling tidak pemerintah juga harus bisa mengkontrol harganya, jangan tahu harganya naik saja, tanpa ada solusi yang dilakukan. Ya kerja jugalah, apa langkah-langkah yang harus dibuat untuk meringankan beban masyarakatnya,” pinta Yanti salah seorang ibu rumah tangga.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindag Kota Psp Rosfitri Nasution, saat dikonfirmasi mengenai adanya lonjakan harga yang cukup signifikan menjelang masuknya puasa ini mengatakan, hal seperti itu merupakan tren pasar yang biasa terjadi di saat menjelang datangnya hari-hari besar. Bahkan terangnya lagi, kenaikan harga tersebut akan terus terjadi hingga satu hari menjelang puasa. “Itu sudah memang tren pasarnya, malah pas satu hari sebelum puasa nanti akan semakin naik lagi,’ terangnya tanpa memberikan solusi bagi para pedagang dan masyarakat yang mengeluh. (yza)

Baca Juga :  Rahasia Duet Maut Wanggai-Tibo

METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*