Jelang UN , MTsN Seperti Terlantar

SIBUHUAN – Menjelang Ujian Nasional (UN) yang tinggal beberapa hari lagi, sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Sibuhuan sepertinya diterlantarkan, sehingga sangat dikhawatirkan tingkat kelulusan murid di sekolah itu.

Menurut keterangan sejumlah guru dan murid, sejak terbentuknya kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Padanglawas bulan januari 2011 hingga saat ini sekolah madrasah unggulan di Sibuhuan itu tidak memiliki kepala sekolah yang defenitif.

Hal itu menyusul Kepala Sekolah Syarifuddin Hasibuan dipromosikan menjadi Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) di kantor Kemenag Kabupaten Palas, sekaligus  merangkap kepala sekolah.

Tetapi akibat kesibukan akhirnya pembinaan dan pengelolaan sekolah tidak bisa terfokuskan membuat proses belajar mengajar menurun, disiplin guru dan murid ikut merosot.

927 siswa sekolah MTsN Sibuhuan sekarang tak ubahnya seperti anak ayam yang kehilangan induk, proses belajar mengajar tidak lagi seperti tahun sebelumnya.

Lebih memprihatinkan lagi 290 siswa kelas X yang tidak lama lagi akan mengikuti UN bakal turut terkena imbas, menjadi korban akibat kurangnya persiapan menghadapi UN, baik latihan dan belajar tambahan yang kurang diperhatikan.

Syarifuddin Hasibuan, Kasi Pendis Kemenag kabupaten Padanglawas,  mengakui kondisi itu. Diakui dirinya kewalahan dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah, di sisi lain juga mempunyai beban tugas di jabatan baru sebagai Kasi Pendis Kemenag Palas.

Hal  ini telah dilaporkan ke Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara pada pertengahan Februari 2011, tetapi sampai saat ini masih belum mendapat respon. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Madina ‘Gudang Senpi‘ Rakitan - 27 Pucuk Senjata Kembali Diserahkan ke Polisi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*