Jembatan Desa Gumarupu Baru Amblas

(Analisa/tohong p harahap) MELEWATI: Salah satu warga, Dorlan Harahap (31) bersusah payah untuk melewati jembatan alternatif yang dibuat masyarakat. Masyarakat meminta Pemkab Paluta segera memperbaiki jembatan tersebut, Jumat (16/1).

Paluta, Jembatan penghubung antar desa di Desa Gumarupu Baru, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), amblas, Jumat (16/1).

Badan jembatan yang berada di bagian pangkal mengalami keretakan dan patah sehingga sebagian badan jembatan amblas dan tidak bisa dilalui.

Masyarakat membuat tanda di sekitar jembatan sebagai larangan bagi kenderaan roda empat agar tidak melintas.

Menurut Takdir Siregar (38) warga setempat, kejadian amblasnya jembatan ini terjadi, Rabu (14/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dikatakannya, hal ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan ini, sehingga badan jembatan yang sudah sejak sebulan lalu mengalami kerusakan di bagian pangkal akibat terkikis air akhirnya amblas.

Saat ini jembatan yang merupakan akses utama menuju beberapa desa di wilayah sekitarnya, hanya bisa dilalui oleh kenderaan roda dua dan pejalan kaki, karena warga telah bergotong royong untuk membuat jembatan alternatif dari bahan kayu.

Ia menyesalkan lambannya kinerja dari pihak Pemkab Paluta dalam mengatasi kerusakan jembatan ini, sebab katanya jembatan ini sudah mengalami kerusakan sekitar sebulan lalu.

Namun saat itu pihak Pemkab Paluta didampingi DPRD Paluta hanya datang untuk meninjau kerusakan, tanpa ada upaya untuk menanggulangi maupun mencari alternatif untuk perbaikan jembatan itu.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Pemkab Tapsel ke-59

“Sudah hampir sebulan itu rusak, waktu itu baru sebagian yang amblas dan masih bisa dilalui kenderaan roda empat.

Pihak Pemkab Paluta dan DPR juga sudah meninjau, tapi sampai saat ini jembatan sudah amblas semua, belum ada sedikit pun upaya yang dilakukan perbaikan,” kesalnya.

Senada dikatakan salah seorang warga, Dorlan Harahap (31). Menurutnya, kondisi jembatan yang rusak ini sudah cukup lama serta sudah dilaporkan oleh masyarakat kepada pemerintah.

Namun sejak dilaporkan sekitar sebulan lalu dan sudah ditinjau Pemkab Paluta dan DPRD Paluta secara bersamaan, belum ada upaya dalam melakukan penanggulangan terhadap kerusakan jembatan tersebut.

“Sekarang benar-benar kejadian, jembatan amblas dan jalur utama terputus, untung tidak makan korban, maunya dari dulu dibuat penanggulangan atau jembatan alternatif sebelum diperbaiki atau dibangun jembatan baru,” ujarnya.

Dia berharap agar Pemkab Paluta melalui dinas terkait dapat segera membuat upaya penanggulangan, maupun membuat jembatan alternatif yang dapat dilalui kenderaan roda empat untuk mengangkut hasil bumi masyarakat dari beberapa desa di sekitarnya.

Jika tidak, dikhawatirkan kerusakan jembatan yang menjadi akses utama puluhan desa sekitarnya ini, dapat menjadi penyebab utama kelumpuhan ekonomi dari masyarakat yang sebagian besar adalah petani.

Sebelumnya, Ketua DPRD Mukhlis Harahap Shi pernah berjanji akan segera menindaklanjuti  kerusakan jembatan yang berada di Desa Gumarupu Baru secepat mungkin.

Baca Juga :  Jalinsum Sibuhuan-Sosopan Nyaris Putus

Dengan segera melakukan upaya penanggulangan dalam hal upaya perbaikan dan rekonstruksi jembatan. Namun sampai saat ini jembatan tersebut tak kunjung di perbaiki.

Terpisah Kadis PU dan PE, Edi Saleh Lubis saat di konfirmasi tidak bisa di hubungi. (ong)


Analisa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*