Jembatan Hutaimbaru-Sabungan Nyaris Amblas

SIDIMPUAN, Jembatan Desa Hutaimbaru, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Hutaimbaru menuju Kelurahan Sabungan, nyaris amblas. Bahkan, dinding tanah pada sisi kanan dan kiri jembatan tua itu longsor dan berlubang. Kondisi ini menyebabkan sekitar jembatan rawan kecelakaan. Untuk itu, para pengguna jalan diimbau waspada dan hati-hati saat melintasi jembatan tersebut.

Salah seorang warga setempat Syafii Harahap (32), kepada METRO, Sabtu (22/5), mengatakan, jembatan tersebut merupakan peninggalan zaman Belanda, dan berada sekitar 200 meter dari Kantor Camat dan Polsek Kecamatan Psp Hutaimbaru. Jembatan itu juga merupakan jalur padat penduduk.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Psp, Sahlan Tua Harahap SPd, mengaku, sejak tahun 2007 lalu, pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkannya, baik melalui musrenbang tingkat kecamatan, maupun pertemuan-pertemuan informal di DPRD kepada pejabat yang berwenang, tetapi sampai hari ini belum juga direalisasikan,” ujar Sahlan kecewa.

Padahal, menurutnya, hal ini sangat penting karena menyangkut keselamatan nyawa orang lain dan juga untuk terjaminnya kelancaran sarana transportasi antara desa-desa di Kecamatan Psp Hutaimbaru dan Psp Angkola Julu menuju pusat Kota Psp.

Di tempat terpisah, Ketua PK KNPI Psp Hutaimbaru, Erijon DTT, meminta kepada Wali Kota Psp, Drs Zulkarnaen Nasution MM, melalui Dinas PU Kota Psp, agar segera memperbaiki jembatan tersebut untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

Baca Juga :  Komisi D DPRD Sumut: Proyek Tambang Emas Martabe Bom Waktu Bagi Masyarakat Tapsel

Erijon juga meminta Dinas Perhubungan Kota Psp segera membuat rambu-rambu lalu lintas, agar setiap pengendara yang melintas di kawasan ini lebih waspada dan hati-hati. Pasalnya, jembatan tersebut rawan kecelakaan. (phn)

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Jembatan_Hutaimbaru-Sabungan_Nyaris_Amblas

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*