Jembatan Kayu Ombun Belum Diperbaiki

Jumat, 16 Oktober 2009 (www.metrosiantar.com)

JEMBATAN-Jembatan alternatif yang terbuat dari pohon kelapa dilapisi dua lembar papan menuju Kantor Lurah Kayu Ombun, Masjid Babussalam dan perumahan warga lainnya yang ambruk tanggal 30 September 2009 lalu. Foto dijepret awal Oktober lalu

SIDIMPUAN-METRO; Pada tanggal 30 September 2009 lalu, jembatan kayu kelapa di Kelurahan Kayu Ombun, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Utara, Kota Psp, putus total. Namun, hingga saat ini belum diperbaiki. Karenanya, masyarakat meminta Pemko Psp segera membangunnya.

Selama ini, keberadaan jembatan kayu kelapa Kayu Ombun dipergunakan masyarakat sebagai sarana penyeberangan alternatif. Seiring dengan waktu tersebut, masyarakat melalui rapat desa sudah 2 tahun anggaran mengajukan pembangunannya kepada Pemko Psp, namun belum terealisasi.

Demikian disampaikan salahseorang masyarakat, Dame Siregar kepada METRO, Rabu (14/10). Jembatan tersebut, katanya, sangat vital bagi warga sebagai sarana penyeberangan alternatif hendak ke kantor lurah dan ke masjid. Selain itu, jembatan itu juga selalu dilewati pelajar baik ketika pergi maupun pulang sekolah. “Dengan belum diperbaikinya jembatan ini, warga wajib memutar sekitar 500 meter dan dirasa itu terlalu jauh. Sehingga, masyarakat yang kerap menggunakan jembatan tersebut sebagai jalur penyebrangan alternatif berharap agar Pemko Psp segera membangun jembatan yang baru,” katanya.

Sejak jatuhnya jemabatan kayu kelapa Kayu Ombun tanggal 30 September lalu, pemerintah belum melakukan perbaikan. Padahal, masyarakat sudah melaporkannya.

“Mengenai pembangunan jembatan tersebut sudah dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang). Hasil rapat disampaikan kepada kecamatan, kemudian ke Pemko Psp. Namun, selama itu pula masyarakat menunggu hingga akhirnya jembatan tersebut putus dan hingga kini belum ada perbaikan,” katanya dan mengatakan jembatan tersebut dibangun atas swadaya masyarakat.

Baca Juga :  Anggaran pilkada Tapsel Rp13,8 M

Dikatakannya jembatan yang dilapisi dua lembar papan dengan penopangnya dua buah pohon kelapa dengan panjang sekitar 60 meter di Kelurahan Kayu Ombun merupakan jalur alternatif menuju kantor lurah dan masjid. Masyarakat sudah sekian tahun meminta Pemko Psp untuk memperbaikinya, namun setelah putuspun belum diperbaiki.

Jembatan tersebut, katanya, dibangun untuk jembatan alternatif di atas sungai Batang Ayumi yang sekitar tiga tahun lalu jembatan utama pernah putus akibat longsor atau pengikisan tanah atau tebing sungai. Saat ini sudah dibangun kembali, namun karena warga tetap terbiasa melalui jembatan kayu tersebut dengan alsan jarak yang lebih dekat.

“Sudah dari dulu kita meminta kepada Pemko Psp untuk membangun jembatan tersebut. Selain dilewati untuk ke masjid dan kantor lurah, jembatan ini juga digunakan untuk mengangkat jenazah ketika akan disembahyangkan. Kami sangat membutuhkan jembatan ini,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Kayu Ombun, Masreni Siregar kepada METRO, Kamis (15/10) mengatakan, selama ini dirinya bersama warga sudah memasukkan usulan mengenai perbaikan jembatan tersebut dalam Musrembang desa. Namun, selama dua tahun lamanya usulan, tidak pernah terwujud bahkan hingga kini jembatan tersebut sudah terputus seperti kekhwatiran yang di pikirkannya dan warga selama ini.

“Sebenarnya selama dua tahun ini sudah kita usulkan kepada pemerintah. Hanya saja sampai dengan sekarang belum juga terwujud, bahkan kita sudah mengingatkan kepada pemerintah jangan sampai jembatan ini putus tapi akhirnya putus juga,” terangnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  PSSI Ajukan Syarat untuk Persipura ke CAS

1 Komentar

  1. Mudah-mudahan Pemko Psp dapat segera merealisasikan Jembatan tersebut…

    Oiy, Salam kenal y buat apakabarsidimpuan.com

    Mudah2an, tulisan-tulisan yang ad di Website ini dapat membantu saya akan kerinduan dan keingin tauan saya terhadap perkembangan Padangsidimpuan.

    “Good Luck”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*