Jembatan Melengkung : Proyek Amburadul Dinas PU Tapsel

3 Jembatan Melengkung : Proyek Amburadul Dinas PU Tapsel
Jembatan melengkung di Sigalangan.

Sigalangan, Kinerja Dinas PU Kabupaten Tapanuli Selatan (Kab Tapsel) beserta mitra rekanannya para kontraktor selama Tahun Anggaran 2011 terlihat asal-asalan, acak-acakan menjurus berantakan. Tercatat dalam Buku LKPJ Bupati Tapsel yang diserahkan ke DPRD Tapsel dan kini masih dalam tahap bahasan Panitia Musyawarah (Panmus),  terdapat 26 paket proyek Dinas PU yang dinyatakan tidak selesai akibat bencana alam. Ternyata hasil investigasi beberapa aktifis lsm dan pers, menemukan fakta pelaksanaan proyek banyak yang menyalahi aturan konstruksi. Seperti contoh kasus pembangunan jembatan sungai Batang Angkola di Sigalangan Kecamatan Batang Angkola, posisisi jembatan melengkung di bagian tengah akibat konstruksi perancah tidak kokoh serta terjadi retakan di antara badan jembatan dengan abutmen. Bentuk aneh jembatan melengkung ini tidak ada penjelasan resmi baik dari Pemkab maupun Dinas PU Tapsel.

Proyek pembangunan jembatan sesuai papan merk di lokasi, diketahui dikerjakan oleh CV. Mitra Kontraktor dan Pt. Indhoma Consultant untuk bangun jembatan panjang 25 meter plus Dek penahan 340,24 M3 dengan nilai kontrak Rp. 1.994.000.000,-, sumber dana BDB TA 2011. Mulai dikerjakan Juli dan harus selesai Desember 2011.

Pada peninjauan beberapa aktifis LSM dan pers tgl. 29 April 2012 lalu terlihat proyek APBD Tapsel TA 2011 yang telah lewat batas waktu pengerjaan proyek, masih terus dikerjakan. Di kedua dudukan badan jembatan di atas abutmen terlihat garis retakan panjang, bangunan perancah tidak memenuhi syarat tehnis, sehingga terlihat jelas badan jembatan sepanjang 20 meter tidak lurus datar melainkan turun melengkung di bagian tengah jembatan.

Baca Juga :  Drainase Jalinsum Tarutung-Padangsidimpuan Dibersihkan

Ketika masyarakat sekitar ditanyai tentang kejadian bencana alam di daerahnya, semuanya bingung karena tak seorangpun yang tahu pernah terjadiu bencana alam di Sigalangan. Dan sewaktu diperlihat isi Buku LKPJ Bupati yang sebut proyek pembangunan jembatan di Sigalangan tidak selesai akibat bencana alam, masyarakat malah berbalik curiga, “Tak tahulah kami, apa Bupati Syahrul Pasaribu yang berbohong dusta kepada DPRD dalam LKPJ-nya atau Kadis PU Syahril yang coba menipu ataukah mungkin rekanan kontraktor yang korupsi ukuran dan volume konstruksi jembatan”, ketus beberapa tokoh masyarakat di Sigalangan.

Mz Daulay, aktifis LSM Alarm yang berasal dari Batang Angkola mensinyalir adanya indikasi ketidakberesan. “Jika LKPJ Bupati menutupi dan melindungi kasus fatal proyek jembatan melengkung di Sigalangan dengan pembohongan publik, patut dicurigai rekanan kontraktor pelaksana proyek tsb kroni politik bupati Tapsel. Mengujinya, lihat aja nanti sidang paripurna istimewa DPRD dalam menyikapi LKPJ Bupati. Apakah DPRD juga mau dibohongi? Kalau pun nanti DPRD beri rekomendasi baik, berarti ada apa-apanya”, tuding Mz Daulay.

Sayangnya semua pihak terkait acuh saja, tak satu pihak pun bersedia memberi jawaban terhadap sms konfirmasi pers. Mulai dari Bupati Syahrul Pasaribu, Plt Kadis Pu Syahril, Ketua DPRD Rahmat Nasution sampai pekerja di lokasi proyek semua pada membungkam. ( ARM – Hutasuhut )

2 Jembatan Melengkung : Proyek Amburadul Dinas PU Tapsel
Minggu 29 April 2012, proyek APBD Tapsel TA 2011 Pembangunan Jembatan di Sigalangan masih dikerjakan.
4 Jembatan Melengkung : Proyek Amburadul Dinas PU Tapsel
Jembatan melengkung akibat perancah asal-asalan.

1 Jembatan Melengkung : Proyek Amburadul Dinas PU Tapsel

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jalan Tarutung-Sibolga Banjir, Arus Lalulintas Lumpuh

4 Komentar

  1. Kita tdk usah ribut2 tanya sendiri pada masyarakat apa mereka menerima uang utk memilih Si A dlm Pilkada atau tdk.. Bupati terpilih kan kemauan masyarakat jadi terima aja apa adanya … kita yang berada dirantaupun tdk usah kebakaran jenggot.. tanggungjawab kita cukup memberikan pemahaman supaya masyarakat jangan terlibat money politik dalam pilkada.. klo mereka tdk mau dengar ya sudah .. membangunan amburadul itu resiko mereka…yang memilih pemimpinnya sendiri…

  2. Saya setuju pak Simanjuntak..
    Namun untuk membongkar suatu ketidakberesan tentunya harus punya bukti2 yang kuat, lebih baik kumpulkan saja buktinya dan ajukan ke pihak berwajib lalu dipantau..khan lebih enak,
    jadi kita jangan hanya ribut disurat kabar, dengan memberikan segala macam berita cercaan. akhirnya masyarakatkan pun dipusingkan oleh berita yang tidak punya kelanjutan. Terimakasih

  3. semua ketidak beresan harus dibongkar sehingga tidak terulang lagi…bagi yang tidak senang dengan sorotan media, lsm dan masyarakat lainnya atas segala ketidak beresan silahkan saja itu juga hak…

  4. Dear Amang boru, tulang, uda sasudena..
    Jujur ssaya ngiris melihat situasi di daerah kelahiran saya, satu sisi pejabat yang harus melakukan pekerjaan dengan benar, satu sisi kita sebagai masyarakat yg selalu bergunjing. untuk pemerintah tercinta Tap-Sel mohon berbuatlah dengan baik, anada semua diamanatkan untuk melayani rakyat, begitu juga dengan rakyat atau masyarakat Tap-sel janganlah bergunjing, menulislah dengan sopan, bila ada yang kurang dari suatu pekerjaan sampaikan dengan baik-baik dan harus ada dasar (misalnya : bangunan perancah tidak memenuhi syarat tehnis, sehingga terlihat jelas badan jembatan sepanjang 20 meter tidak lurus datar melainkan turun melengkung di bagian tengah jembatan) Spesikasi tehnis apa yang rekan-rekan maksud jelaskan dengan baik, sehingga orang yang punya kerjaan mengerti, brangkali mereka (Pihak PU dan Kontraktor) punya rumus yang berbeda sehingga perbedaan itu bisa didiskusikan.
    mari bersatu untuk kemajuan Padangsidimpuan.Terimakasih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*