Jembatan Sigiring-giring Nyaris Ambruk

Sabtu, 21 November 2009 – www.metrosiantar.com

Kalau ini tidak diperhatikan pemerintah... jempol ini untuk anda

SIPIROK-METRO; Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Kamis (19/11) lalu sekira pukul 17.30 WIB, mengakibatkan permukaan sungai (aek) Sagala meluap. Sehingga jembatan menuju Dusun Sigiring-giring Lombang, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok mengalami kerusakan dan nyaris ambruk.

Pejabat Kepala Desa Pahae Aek Sagala, Riduan Siagian pada METRO mengatakan, jembatan menuju dusun Sigiring-giring Lombang dengan panjang sekitar 12 meter yang dibangun sekitar 1997 melalui dana Pemberdayaan Pembangunan Kecamatan (PPK), mengalami kerusakan akibat pondasi dan dek penahan ambruk diterjang arus Aek Sagala yang ketinggian airnya bertambah sekitar meter meter akibat hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut.

“Karena hujan yang terus mengguyur akhir-akhir ini mengakibatkan permukaan Aek Sagala yang memiliki lebar sekitar 10 meter bertambah tinggi sekitar dua meter. Derasnya aliran air mengakibatkan pondasi jembatan roboh ke sisi hilir air setelah diterjang arus, dan kondisi jembatan menjadi miring, bahkan bagian dek penahan jembatanpun turut amruk,” ujarnya, Jumat (20/11) kemarin.

Menurut Kades, warga dusun yang berjumlah 42 Kepala Keluarga (KK) tersebut harus waspada melintas di jembatan tersebut. Pasalnya jembatan tersebut merupakan satu-satunya fasilitas penyeberangan yang ada untuk keluar masuk menuju dusun.

“Lantai jembatan memang sudah miring, namun untuk keluar masuk warga menuju dusun tersebut hanya jembatan itu saja. Jadi sementara kami mengikatkan jembatan agar bisa dilalui, setidaknya untuk menghindari bahaya yang sewaktu-waktu jembatan ambruk ke dasar sungai. Mudah-mudahan warga terus waspada jika melewatinya,” imbaunya.

Baca Juga :  Liverpool Kunjungi Indonesia 21 Juli

Kata Kades, kondisi tersebut telah dilaporkan pada pihak kecamatan. “Kami sudah melakukan musyawarah di dusun tersebut tentang kondisi jembatan yang sangat membahayakan, dan hari ini juga akan langsung kami laporkan pada camat,” ujarnya.

Pantauan METRO, di mana jembatan dengan panjang sekitar 12 meter yang terbuat dari gelagar besi dengan lantai kayu yang memiliki ketinggian sekitar 6 meter dari dasar sungai sudah oleng. Kondisinya cukup membahayakan karena bagian ujung arah dusun sudah miring ke hilir sungai akibat pondasi anjlok terkikis terjangan arus. Kemiringan permukaan jembatan sangat nampak kontras, di mana sekitar 3 meter permukaan lantai jembatan sudah bergeser dari posisi semula, bahkan dek penahan jembatan juga ambruk.

Untuk tetap bisa dilewati, mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya sarana-keluar masuk dusun, warga setempat menyambungkan jembatan dengan 3 lembar papan dan berupaya menahan anjloknya jembatan dengan mengikatkan tali pada tanggul jembatan.

“Semalam sekitar pukul 17.30 WIB hujan cukup lebat, ketinggian air bertambah sekitar 2 meter dan tiba-tiba jembatan bergeser secara perlahan. Untuk tetap bisa digunakan kami mencoba menahannya dengan mengikatkan tanggul jembatan pada batang pohon dan menyambung papan. Tapi hingga saat ini nampaknya pergeseran terus bertambah, kami sangat khawatir,” ujar beberapa waga, seperti Ijon Hasibuan (47), Imran Dalimunte (40), Iwan Sagala (27), Marito Hasibuan (27), dan Abu (35) pada wartawan koran ini di lokasi jembatan yang nyaris ambruk.

Baca Juga :  Hari Ini Ujian CPNS di Depag Tapsel-Madina

Mereka menambahkan, warga sudah melaksanakan musyawarah yang dihadiri Kades Pahae Aek Sagala dengan kesimpulan akan menyampaikan kondisi jembatan pada pemerintah Kabupaten melalui Camat Sipirok.

“Bagaimana pun jembatan tersebut merupakan aset daerah, kondisinya semakin membahayakan, kalau mau dibongkar, kami rasa warga tak akan sanggup melakukannya mengingat kondisinya yang miring,” ungkap warga. (ran)

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/jembatan-sigiring-giring-nyaris-ambruk/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*