Jembatan Sirumambe Penghubung Desa Nagasaribu dan Desa Sihoda-hoda Ambruk

(Analisa/tohong p harahap) Ambruk : Kondisi fisik jembatan yang sudah keropos dan termakan usia, jembatan Sihoda-hoda ambruk, Kamis (7/8).

Paluta, Jembatan Sirumambe yang menghubungkan Desa Nagasaribu menuju Desa Sihoda-hoda, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan beberapa desa lainnya ambruk, Kamis (7/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

Jembatan ini terbelah diduga karena tidak tahan saat sebuah truk colt diesel mengangkut sawit melintas, sehingga tiang penyangga jembatan di bagian tengah ambruk dan terbelah. Peristiwa ini tepat ketika truk sawit melintas. Akibatnya truk colt diesel jatuh ke dasar sungai.

Sopir truk, Anhar Siregar (28) warga Desa Sihoda-hoda, Kecamatan Padang Bolak hanya mengalami luka ringan. Dia mengatakan, saat kejadian doa hanya sendiri di dalam truk. Dia mengemudi truk bermuatan sawit dengan berat kurang lebih 5 ton.

Persis telah berada di ujung jembatan, katanya, tiba-tiba lantai dasar jembatan yang terbuat dari besi dan kayu ambruk ke dasar sungai hingga truk yang dibawanya pun ikut terjatuh.

Menurutnya, kondisi fisik jembatan yang sudah keropos dan termakan usia menjadi penyebab utama ambruknya jembatan. Soalnya, jembatan yang sudah berusia sekitar 30 tahun ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah dan hanya mendapatkan perawatan dari swadaya dan gotong royong masyarakat.

Senada disampaikan, Kepala Desa Sihoda-hoda, Kecamatan Padang Bolak Tohar Harahap. Menurutnya penyebab utama ambruknya jembatan adalah karena kondisi fisik jembatan yang sudah keropos dan termakan usia. Lebih lanjut, dulunya lantai dasar jembatan tersebut terbuat dari kayu, kemudian tahun 1985 alas dasarnya diperbaharui dengan besi dan lantai tetap terbuat dari kayu.

Baca Juga :  Acara Khotaman Santri/Santriah Kelas XII Tingkat MAS AL-FALAH dan SMKS AL-HUDA Di Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren Gunung Selamat Berjalan Lancar Dan Meriah

Namun sejak saat itu, jembatan yang panjangnya mencapai 25 meter ini tidak pernah diperbarui pihak pemerintah hingga saat ini dan hanya mendapat perawatan dari swadaya masyarakat.

Pihak Pemkab Paluta sebelumnya juga sudah meninjau jembatan tersebut untuk pembangunan jembatan baru. Namun jembatan yang lama keburu ambruk sebelum jembatan yang baru dibangun.

Pihaknya berharap agar Pemkab Paluta dapat dengan secepatnya membangun jembatan yang baru demi kelancaran roda perekonomian warga desanya serta beberapa desa lainnya.

Akibat dari ambruknya jembatan ini, kini Desa Sihoda-hoda beserta enam desa lainnya terisolir, namun saat ini warga sudah bergotong royong untuk membuat jembatan alternatif yang hanya dapat dilewati oleh kendaraan roda dua saja.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Paluta Edi Saleh Lubis mengatakan pihaknya bersama rombongan telah meninjau langsung kondisi jembatan yang ambruk tersebut. Penyebab ambrolnya jembatan ini diakibatkan usianya yang sudah tua.

Sebagai pengganti, katanya, pemkab Paluta telah meninjau lokasi jembatan untuk pembangunan jembatan yang baru sebagai pengganti jembatan yang lama, namun jembatan yang lama sudah keburu ambruk sebelum jembatan yang baru dibangun. Meski begitu, pihak Pemkab Paluta tetap akan melanjutkan pembangunan jembatan yang baru tersebut disamping akan membuat jembatan darurat untuk sementara waktu.

“Untuk sementara kita akan membuat jembatan darurat dulu kemudian akan membuat jembatan baru persis berada di samping jembatan lama yang telah ambruk,” pungkasnya. (ong)/(Analisa).

Baca Juga :  Ratusan Anak Yatim dan Jompo Peroleh Santunan dari PT SM
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. saran untuk Bapak Bupati Kab Paluta ,1,percepat pembuatan surat Tanah ,2,Buat Resteribusi hasil bumi dari setiap kecamatan,contoh, untuk kecamatan padang bolak tenggara .buatkan portal di simpang nagasaribu pulus pos jaga,diawasi dan dibuat laporan setiap bulan.bila ada penyimpangan berikan sangsi. inilah.cara untuk menambah anggaran tahunan kab Paluta biar kecil tapi ,pasti ,selamat untuk Bapak Bupati,

  2. semuanya telah terjadi jembatan sudah jatuh,bupati sudah dua periode,kecamatanpun belum jelas,bangunan pasar sudah jadi,saya putra sihodahoda tinggal diBogor setiap tahun selalu pulang kampung,husus berlebaran,menurut saya prokram pembangunan Bapak Bupati kita kurang jelas,mana jangka pendek,Yang mana jangka panjang,DIP.desa yang dilaporkan Kepaladesa ,tidak ada atau tidakdi baca,sekdanya tidak ada laporan ke Bapak Bupati.atau Bapak Bupatinya Tidak ada tanggapan,harapan kami anak Rantau Paluta pada Bapak Bupati ,Turunlah kedesa mencari inpormasi.supaya rencana Bapak ,bisa tercapai sebelum masabakti Habis,Mohon maaf bila ada yang salah,jadilah pahlawan yang berjasa,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*