Jepang Juara Piala Thomas untuk Kali Pertama

AFP PHOTO/SAJJAD HUSSAIN Pebulu tangkis Jepang, Kento Momota, mengembalikan kok ke arah pemain Malaysia, Chong Wei Feng, pada final Piala Thomas di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, India, Minggu (25/5/2014). Momota menang 21-15, 21-17.

NEW DELHI, Jepang mencatat sejarah baru di dunia bulu tangkis. Untuk kali pertama sepanjang sejarah mereka berhasil menjuarai Piala Thomas setelah mengalahkan Malaysia 3-2 pada final di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, India, Minggu (25/5/2014).

Takuma Ueda kembali tampil baik sebagai tunggal ketiga Jepang. Turun pada partai kelima yang jadi penentuan, Ueda bermain tenang dan berhasil mengalahkan Daren Liew, 21-12, 16-21, 21-17.

Hasil ini juga membuktikan kekhawatiran Malaysia jika pertandingan harus berlanjut hingga partai kelima yang memainkan Daren Liew. Sepanjang turnamen ini, penampilan Daren Liew memang mengecewakan, dua kali bertanding di babak penyisihan dan selalu kalah.

Malaysia membuka kesempatan untuk meraih gelar keenam atau yang pertama dalam 22 tahun, setelah Lee Chong Wei memenangi partai pertama melawan Kenichi Tago.

Namun, Jepang berbalik memimpin setelah memenangi dua partai berikutnya lewat Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo dan Kento Momota.

Jepang harus menunda pesta kemenangan mereka setelah Goh V Shem/Tan Wee Kiong menundukkan Keigo Sonoda/Takeshi Kamura pada partai keempat.

Dalam posisi 2-2, Ueda turun dan mempersembahkan kemenangan yang memastikan Jepang menjadi juara Piala Thomas 2014.

Baca Juga :  Selama Ramadan Muslim Aid Bagikan Ribuan Paket sembako, Iftar dan Zakat

Jepang 3-2 Malaysia
Kenichi Tago vs Lee Chong Wei [12-21, 16-21]
Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo vs Tan Boon Heong/Hoon Thien How [12-21, 21-17, 21-19]
Kento Momota vs Chong Wei Feng [21-15, 21-17]
Keigo Sonoda/Takeshi Kamura vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong [21-19, 17-21, 12-21]
Takuma Ueda vs Daren Liew [21-12, 16-21, 21-17]

KOMPAS.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*