Jika Tuntutan Tak Dipenuhi – Pedagang Sangkumpal Bonang P.Sidimpuan Tolak Revisi MoU

SIDIMPUAN – Himpunan Pedagang Pasar Sangkumpal Bonang menegaskan akan menolak revisi Memorandum of Understanding (MoU) apabila Pemko dan PT ATC tidak memenuhi tuntutan pedagang Pasar Sangkumpal Bonang. Sebab, pedagang hanya meminta agar PT ATC selaku pengelola pasar agar melaksanakan seluruh point-point yang tercantum dalam MoU.

“Kita tidak setuju perubahan MoU apabila aspirasi kita belum ada realisasinya dari pihak pengelola. Karena tuntutan kita yang ingin dipenuhi hanya permasalahan keamananan dan listrik supaya pedagang bisa merasakan kenyamana dalam berjualan. Kalau permasalahan pengelola pasar itu tidak akan kita campuri,” ujar Ketua Himpunan Pasar Sangkumpal Bonang Rahmat bersama Sekretaris Hasahat Siregar, Jumat (12/12).

Hasahat menjelaskan, pedagang sudah mengetahui wacana Pemko dan PT ATC yang akan melakukan perubahan MoU, akan tetapi pedagang belum ada respon terhadap permasalahan tersebut. Karena saat ini pedagang hanya fokus pada permasalahan keamanan dan listrik yang ada di pasar. Kemudian, tuntutan para pedagang juga tidak lari dari point-point yang ada dalam MoU tersebut.

“Kalau kita lihat lagi ke belakang, itu sangat banyak yang menyimpang dari MoU. Seperti lokasi pedagang, tanggungjawab pengelola terhadap pedagang serta pengelolaan listrik yang ada di pasar ini. Sebab, gardu listrik yang ada di pasar ini sudah jelas dinyatakan bahwa itu milik PLN, bukan milik pengelola. Makanya kita menuntut agar listrik dikelola oleh pedagang, bukan perusahaan,” tandasnya.

Baca Juga :  Markus Pajak Rp 25 M Gayus Kabur, Polri Tidak Profesional

Oleh sebab itu, ia bersama pedagang Pasar Sangkumpal Bonang hanya menginginkan tanggungjawab dari pihak pengelola terkait dengan keamanan dan listrik.

“Listrik sudah ada rencana pemasangan, tapi permasalahan keamanan belum ada tanggapan. Makanya kita masih mendesak agar RDP terus dilaksanakan supaya kita mendapatkan solusi dari pihak pengelola dan Pemko,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Tapem Syafaruddin Harahap SSos membenarkan bahwa ada wacana untuk perubahan MoU Pemko dengan PT ATC. Akan tetapi secara detailnya point-point perubahan belum ada disampaikan kepada pihaknya.

“Iya ada rencana perubahan MoU, tapi saat ini kita belum ada menerima draf –nya sehingga belum dapat diketahui apa perubahan dari kerjasama itu. Kita tunggu saja dulu keluar, karena saat ini masih dalam pengurusan di notaris,” pungkasnya. (bsl)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*