JK: Jabat Tangan SBY & Mega Cairkan Suasana

JAKARTA– Momen jabat tangan antara Presiden SBY dengan Megawati Soekarno Putri tak luput dari pantauan Jusuf Kalla.

Mantan Wakil Presiden itu pun terlihat bahagia melihat dua tokoh nasional yang sempat dikabarkan terlibat perang dingin bisa duduk bersama dalam satu ruangan dan berjabat tangan.

“Secara simbolis sangat bagus sekali, mencairkan suasana. Bangsa ini harus bersatu dan dicairkan suasananya,” ujar JK di Jakarta, Selasa (1/6/2010).

Seperti diketahui, usai memberikan pidato dalam acara peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 2010 di gedung DPR tadi pagi, Presiden Susilo Bambang SBY mendatangi tempat duduk mantan Presiden Megawati Soekarno Putri. SBY lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

Tepuk tangan hadirin membahana ketika SBY menyalami Megawati. Setelah itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono terlihat juga menyalami dan bercipika-cipiki dengan Mega.

SBY: Ikatan Kesukuan & Agama Wajib Dieliminir
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yuhoyono mengingatkan para pemimpin dan tokoh di seluruh nusantara agar tidak ikut-ikutan mengembangkan ikatan-ikatan yang sempit yang berbeda dengan semangat kebangsaan Indonesia.

Menurut Presiden, perkembangan sukuisme, primordialisme, dan agama sentris sebagai dampak desentralisasi dan otonomi daerah sejak era reformasi harus dicegah agar tak membesar.

Mengutip Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di depan Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI, Presiden mengatakan fondasi kebangsaan kita adalah kehendak akan bersatu.

Baca Juga :  Terjepit Hukum Sandal Jepit

“Beliau (Bung Karno) mengatakan apa yang disebut bangsa, apa syarat-syaratnya. Mengutip Ernest Renan, seorang Prancis, beliau mengatakan Le Desir D’etre Ensemble, kehendak akan bersatu. Tak cukup hanya manusia, wilayah, pemerintahan,” kata Presiden dalam peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung MPR, Jakarta, Selasa (1/6/2010).

Presiden juga mengakui, di era otonomi sekarang ini masih ada perkelahian antar suku dan agama. Karena itu, ke depan situasi semacam ini harus dieliminir.(ful)

———–

Megawati Puji Pidato SBY
JAKARTA – Suasana hangat dan cair menyelimuti pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di acara peringatan pidato Bung Karno di Gedung DPR.

Meski terkesan malu-malu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu memuji pidato Presiden SBY.

“Apa yang beliau katakan itu beliau kupas dari apa yang telah dpikirkan dan dituangkan dari tulisan Bung Karno,” puji Mega usai menghadiri acara peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Nusantara IV, DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/6/2010).

Ibunda Puan Maharani itu berharap generasi muda mau melihat kembali buku-buku yang ditulis Bung Karno. Karena sebagai bapak pendiri bangsa, Bung Karno tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa Indonesia.

“Waktu zaman orde baru itu dikecilkan sekali akibatnya generasi muda enggak mengerti siapa Bung Karno,” pungkasnya.

Baca Juga :  FPI Ancam Tindak Greenpeace

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden SBY dan Megawati Soekarno Putri sempat berjabat tangan usai memberikan pidato terkait peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Gedung DPR, siang tadi.

Padahal, sebelumnya kedua tokoh negara itu sempat dikabarkan merenggang hubungannya ketika Presiden SBY masih menjadi menteri mantan Presiden Megawati di Kabinet Gotong Royong. SBY-Mega pun melanjutkan pertarungan di kancah pemilihan presiden di tahun 2004 dan 2009 yang keduanya dimenangkan SBY.

Sumber: www.okezone.com (Maria Ulfa Eleven Safa – Insaf Albert Tarigan)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*