JK: Kami Siap Tak Populer Dengan Kebijakan Ini

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kiri), Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) dan Mendagri Tjahjo Kumolo (kedua kiri) mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi di Istana Merdeka, Jakarta, 17 November 2014. Harga BBM bersubsidi jenis premium naik menjadi Rp. 8.500/liter dari Rp. 6.500/liter dan solar naik menjadi Rp. 7.500/liter dari Rp. 5.500/liter. ANTARA/Andika Wahyu

Jakarta – Inilah perbedaan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pada awal pemerintahan masing-masing. Presiden Yudhoyono menaikkan harga BBM bersubsidi untuk pertama kalinya pada 1 Maret 2005. Namun orang yang mengumumkan adalah Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie.

Langkah berbeda diambil Jokowi, yang mengumumkan sendiri kebijakan tidak populer itu. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, awalnya pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi akan disampaikan oleh para menteri terkait. Namun, pada menit-menit akhir, diputuskan Presiden Jokowi-lah yang akan mengumumkan kenaikan tersebut.


“Hal itu menunjukkan risiko apa pun akan ditanggung Presiden. Kami siap tak populer dengan kebijakan ini,” ujar JK dalam pembukaan Seminar Risk and Governance Summit 2014 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa, 18 November 2014.

JK mengatakan apa pun kebijakan yang diambil pemerintah pasti disertai risiko. Namun ia menilai langkah menaikkan harga BBM bersubsidi harus diambil agar belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) efisien dan tak boros untuk sektor konsumsi. “Dibanding kita defisit, mendingan inflasi sedikit naik, yang penting APBN kita aman,” ujarnya.

Baca Juga :  Pidato Kenegaraan SBY - Minta Kepala Daerah Tak Foya-foya

Ia mengatakan sesungguhya pemerintah hanya memindahkan belanja APBN dari sektor konsumtif ke sektor produktif, seperti pembangunan jalan, sekolah, dan rumah sakit. Selain itu, JK mengatakan, mulai hari ini, dana kompensasi untuk rakyat miskin sudah ada di kantor pos dan siap dicairkan mereka yang memiliki Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, ataupun Kartu Keluarga Sejahtera.

Kemarin, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM di Istana Merdeka. Harga Premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 8.500 per liter. Harga solar juga turut naik menjadi Rp 7.500 per liter dari sebelumnya Rp 5.500 per liter.

/TEMPO.CO

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*