Jokowi: Ada Daerah yang Tak Ikut Perintah Pusat, Potong Anggarannya

Presiden terpilih Joko Widodo

Jakarta – Presiden terpilih Joko Widodo kembali berbicara tentang sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia sempat menyebut akan memotong anggaran APBD daerah yang tidak mengikuti instruksi pemerintah pusat.

“Daerah dan pemerintah pusat harus punya 1 garis. Memang menjadikan itu bukan hal gampang tapi menurut saya dengan politik anggaran yang kita miliki, menurut saya gampang?,” kata Jokowi dalam pidatonya di diskusi publik ormas Nasional Demokrasi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2014).

Acara ini dihadiri Ketum Partai NasDem Surya Paloh dan politikus NasDem Akbar Faisal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Indonesia sangat ditentukan dari bersinerginya pemerintah pusat dan daerah. Jika tak mau mengikuti instruksi APBD daerah tersebut akan dikurangi.

“?Misalnya ada 1 kabupaten sulit diatur segaris, kalau saya potong saja anggarannya. 85 persen anggaran daerah dari pusat,” ucapnya.

“Kalau pusat ke selatan tapi daerah ke utara, kapan itu jadi? Kalau visinya tidak sama dan tidak didukung gagasan besarnya sulit dilaksanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memaparkan rencana pembelian drone untuk kebutuhan pertahanan negara.

?”Kalau kita punya drone, tiga itu hanya Rp 4,5 triliun. Tapi lebih baik beli itu daripada dicuri Rp 300 triliun. Masak pilih dicuri,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Demo Antikorupsi, Sudah 12 Mahasiswa Makassar Tertembak

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*