Jokowi: “Enjoy Jakarta”, “Enjoy” di Mana?

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan membuat sebuah brand image baru untuk Jakarta. Jokowi tidak ingin Jakarta hanya dikenal dengan segala keburukan dan karut-marut berbagai permasalahannya.

“Di Jakarta, saya masih mencari sebuah potensi apa yang mesti kita angkat. Sebagai contoh, kalau ke Paris, kita mikirnya, ‘Oh mode.’ Nah, kalau orang mau ke Jakarta, mikirnya apa?,” tanya Jokowi kepada pengunjung Indonesia Creative Power 2012, di XXI Epicentrum Walk, Jakarta, Kamis, (22/11/2012).

Mendengar Jokowi bertanya itu, para pengunjung pun kompak menjawab dengan sinis, “Macet…” Jokowi memaklumi jawaban itu karena setiap hari selalu terjadi kemacetan di Ibu Kota. “Kalau enggak, banjir,” katanya menimpali jawaban audiens.

Oleh karena itu, Jokowi menyatakan harus ada proses positioning, branding, dan diferensiasi yang dibangun di Jakarta. Dengan demikian, Jakarta memiliki citra yang baik di mata warga maupun dunia. “Brand Jakarta sekarang ‘Enjoy Jakarta’. Enjoy-nya di mana?” sindir Jokowi yang disambut riuh pengunjung.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyambut Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Rabu, (14/11/2012). Dalam kunjungan kerja yang berlangsung dua hari mulai Rabu.Pada Rabu pagi, Perdana Menteri Reinfeldt membawa delegasinya bertemu President Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden. Delegasi Swedia tersebut terdiri atas perwakilan pemerintah, sektor bisnis, industri perbankan, pers dan kementerian negara bidang inovasi, wirausaha dan fasilitasi pendanaan ekspor.
Baca Juga :  Menyisir Lokasi Jatuhnya Pesawat Casa Melalui Jalur Darat

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, saat ini pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang ingin menunjukkan ada ruang publik yang digunakan untuk memasarkan produk-produk kreatif. Pemprov DKI bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen menciptakan program creative public space. Jokowi berharap program itu sudah mulai berjalan tahun depan.

Jokowi menambahkan, produk kreatif tersebut tidak harus dalam bentuk barang. Ia mencontohkan Kota Barcelona, di mana di sekitar jalanannya ada yang menjual lukisan, menjual hasta karya, dan juga bermain gitar sehingga menjadikan kota tersebut menjadi bagus sekali.

Jokowi menjelaskan, creative public space itu akan dibangun di tiga area, yaitu di Kota Tua, area Jalan Thamrin, dan Blok M-Mayestik. “Tapi ini masih kita lihat. Nanti kita ciptakan area public space. Kalau ini jadi, nanti tahun depan juga akan kami bangun kampung-kampung kreatif,” ujarnya.

Rencana Pemprov DKI Jakarta dan Kemenparekraf untuk membangun ruang kreasi publik di Jakarta ini ditujukan untuk mendukung perekonomian dari hasil karya kreatif warga Jakarta. Adapun kriteria lahan yang akan dijadikan ruang kreasi publik itu adalah ruang terbuka hijau, area pedestrian, tempat untuk berjualan, dan juga untuk pengendara kendaraan bermotor.

Sumber : kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Cindy Raih Nilai Kelulusan Tertinggi, SD Perguruan Sariputra

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*