Judi di Sumut Kategori Gawat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menilai, perjudian di wilayah Sumut sudah masuk kategori gawat. Ini lantaran aparat kepolisian bukan hanya melakukan pembiaran, namun jika ada dugaan ikut ‘bermain’.

“Saya kira, jika dugaan  keterlibatan oknum polisi itu benar, ini sudah bahaya. Semua ormas-ormas Islam, gerakan-gerakan pemuda Islam, harus mulai bersikap,” tegas Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin kepada koran ini di Jakarta, kemarin (5/6).

Ditanya bagaimana bentuk aksi yang dianggap perlu, Ma’ruf Amin mengatakan, para ormas Islam harus melakukan tekanan kepada Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dan instansi-instansi terkait yang punya kewenangan.

“Yang terpenting, tekanan harus dilakukan kepada Kapolda dan semua pihak yang punya kewenangan mengambil keputusan,” tegasnya. Dia mengingatkan, dalam melawan aksi perjudian, ormas-ormas Islam tetap tidak boleh melakukan tindakan sendiri. “Karena ormas tidak punya kekuasaan eksekusi,” terangnya.

Dia menegaskan, untuk melawan aksi perjudian, semua kalangan harus kompak. Jika tidak, maka akan sulit memerantasnya. “Saya beharap para ulama juga melakukan upaya-upaya pencegahan agar perjudian tidak semakin meluas,” harapnya.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro masih bungkam soal temuan adanya keterlibatan sejumlah oknum perwira di Polsek jajaran Polres Binjai yang diduga menerima uang dari bandar judi. Hingga Sabtu, (4/6), Kapolda Sumut belum memanggil anak buahnya yang diduga terlibat untuk dilakukan pemeriksaan. (sam/muh)

Baca Juga :  4 Teroris Tewas, 1 Polisi Tertembak

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*