Jumlah Penduduk Miskin Di Sidimpuan Bertambah

Illustrasi

PADANGSIDIMPUAN – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Padangsidimpuan pada 2009 tercatat sekitar 1.885 orang atau 9,77 persen dari total penduduk 192.986 penduduk. Sementara pada 2010 dengan pertambahan penduduk menjadi 202.000, warga miskin pun naik menjadi sepuluh persen atau 2.020 warga.

Kepala BPS Kota Padangsidimpuan, Tanina, mengatakan salah satu pemicunya jumlah penduduk miskin di Kota Padangsidimpuan disebabkan pemerintah tak serius membuka peluang usaha dan kesempatan kerja bagi warganya. “Berdasarkan survei yang kami lakukan, ternyata jumlah penduduk miskin bertambah bukan berkurang,” ujarnya, tadi malam.

Salah satu faktor peningkatan jumlah penduduk miskin, menurutnya, pemerintah belum maksimal dalam membuka peluang usaha, sedangkan lapangan pekerjaan kian menyempit. Selain itu, pemerintah kurang mengembangkan industri-industri rumah tangga. Akibatnya banyak industri rumah tangga yang bangkrut.

Lebih lanjut dia mengatakan, faktor lain penyebab bertambahnya warga miskin adalah Pemko Padangsidimpuan kurang tepat sasaran dalam mengalokasikan anggaran. Artinya, anggaran yang diperuntukkan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Banyak anggaran yang terkesan mubazir, karena tidak sesuai dengan peruntukan, harusnya anggaran itu bisa diposkan untuk kebutuhan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, meningkatnya penduduk miskin juga disebabkan semakin melonjaknya harga kebutuhan masyarakat, sementara tidak ada peningkatan. Dia menambahkan, apabila pemerintah tidak berhasil menambah sektor usaha untuk masyarakat,maka jumlah penduduk miskin di Kota Padangsidimpuan akan semakin bertambah.

Baca Juga :  Wisuda 337 Mahasiswa UMTS: Sarjana harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Selain survei penduduk miskin, BPS juga mensurvei pendapatan perkapita masyarakat yang berdomisili dan bekerja di Kota Padangsidimpuan, hasilnya masih memprihatinkan. Pendapatan perkapitas warga Kota Padangsidimpuan hanya Rp9 juta setiap tahunnya.

“Jelas itu pendapatan minim, karena kebutuhan akan semakin meningkat, makanya banyak warga yang menjadi miskin,”tuturnya. Jika dihitung, pendapatan masyarakat setiap bulannya tidak lebih dari Rp700.000,jika diperkecil lagi, pendapatan masyarakat perharinya tidak melebih Rp20.000.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi pendapatan warga saat ini, karena tren di Kota Padangsidimpuan masih menganut sistem ‘lebih baik digaji daripada menggaji’.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Azwar Syamsi Lubis, mengakui jumlah penduduk miskin sudah bertambah. Menurutnya, peningkatan itu tidak lepas dari gagalnya pemerintah dalam membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Selanjutnya, pengalokasian bantuan anggaran dari pemerintah pusat juag tidak sebanding dengan luas wilayah. Kesalahpahaman pemerintah pusat terjadi saat memberikan bantuan.Luas wilayah Pemko Padangsidimpuan mencapai 14.000 hektar setelah ada penambahan wilayah dari Pemkab Tapanuli Selatan. Tapi justru yang tercatat di pemerintah pusat sampai sekarang ini masih 11.000 hektar.

Ketua Komisi I DPRD Padangsidimpuan, Khoiruddin Rambe, menyebutkan peningkatan jumlah penduduk miskin tersebut tidak terlepas dari minimnya alokasi anggaran yang diperuntukkan untuk masyarakat.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Hasil pilkada 7 daerah Sumut digugat ke MK

5 Komentar

  1. Sebenarnya kemiskinan bukan disebabkan ulah pemimpin pemerintah daerah saja….. tetapi masyarakat setempat juga masih banyak yg malas bekerja , tidak mau belajar dan tidak mau berusaha utk merubah keadaan ekonominya atau dengan kata lain ” Pasrah “. karena menurut saya lapangan pekerjaan di padangsidimpuan sudah mulai merebak dengan bermunculannya perusahaan-perusahan baru yg tdk memerlukan ijazah. Kalau utk pemerintah setempat perlu di tinjau ulang masalah ” UMR ” dan perlu memeriksa kembali perusahaan-perusahaan yg sudah ada di kota Padangsidimpuan, apakah sudah memberi ” UMR,JAMSOSTEK dan apakah sudah terdaftar di Departemen Tenaker ” setiap karyawannya ….sesuai standard yg sudah ditentukan ?

  2. Saat Kemenangan Bupati Tapanuli Utara Pak Bonard Situmeang pada Pilkada waktu lalu, kalau kita dengar-dengar cerita bagaimana masyarakat meenangkannya, kita bisa mengingingkan hal yang sama di padangsidimpuan, misalkan hingga pada saat kampanye masyarakat berbondong2 mengusungnya tanpa ditebarkan uang dimana-mana oleh team sukses dengan harapan agar kalau menang di pemilu tersebut tidak memikirkan “kapan balik modal” kata pedagang. Dan usaha itu berhasil, Andaikan hal ini terjadi di Kota Padangsidimpuan, dalam arti terpilih yang diusung masyarakat tanpa embel2 uang ditebarkan dimana-mana, maka yang terpilih itu akan lebih mudah dikontrol dan kemungkinan waktu yang digunakan u menghidupkan roda ekonomi dan meningkatkan pembangungan akan lebih banyak daripada memikirkan kapan balik modal. Sehingga dengan begitu roda ekonomi bergulir lebih baik dan peningkatan Perkapita bisa diupayakan lebih baik, jadi kalau memang para pemimpin Padangsidimpuan menang hanya gara-gara: Koum, Uang bertebaran, Mengamankan Kekuasaaan, atau mengamankan kelompok saja, maka tingkat kemiskinan ini hanya sebagai bahan Konsumsi Politik saja, dan yang untung ya.. yang berkicimpung di politik itu sendiri…..

  3. sepakat dengan komentar yang di atas…
    kepada bapak2 dan ibu2 yang berada di pemerintahan jangan terlalu banyak alasan yang tidak jelas dalam memberikan perynyataan, yang jelas APBD itu ada, dan hrus di alokasikan dengan jelas,. dahulukan rakyat, dripada kantong pribadi,,itu jga hak kalian,….
    salam sada roha…!!

  4. Benar komentar Siregar natama.. . yang kaya tambah kaya. Kita nggak usah terlalu menyalahkan penguasa. Tapi salahkanlah kita kenapa kita memilih mereka (pemilu) jadi penguasa. Karena Penguasa sudah pasti cari DALIH/Alasan.. tapi menurut saya apapun ALASAN Penguasa itu menunjukkan KEGAGALANNYA.. Mari kita rubah paradigma dalam PILAKDA selama ini dalam masyarakat ada kaliomat yg sy dengar tidak enak “ISE PE JADI WALIKOTA/BUPATI LAENG NA SONGONON MA AU” jadi siapapun yang mencalon klo berani menabur uang pasti bisa menang MARI KITA TANAMKAN KPD MASYARAKAT BAHWA KITA bisa maju bersama dan selektiflah memilih KEPALA DAERAH agar bisa membawa masyrakat maju bersama …

  5. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, nggak harus di Padangsidimpuan yang bertambah penduduk miskinnya. Hampir di seluruh wilayah Indonesia pun begitu. Bahwa yang miskin tambah miskin, yang kaya tambah kaya. Kita nggak usah terlalu menyalahkan penguasa. Tapi salahkanlah kita kenapa kita memilih mereka (pemilu) jadi penguasa. Kita harus bangkit, mari kita kerja keras! Kita yang merubah nasib kita! Jangan terlena, jangan modom sajo. Ayo bangun!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*