Jurang Sipintu-pintu Makan Korban Lagi

Sopir Lihat Hantu, Avanza Terjun ke Jurang, 1 Tewas
Mobil Avanza berpenumpang empat orang masuk ke jurang Sipintu-pintu di Kecamatan Tampahan, Toba Samosir, Minggu (15/1) sekira pukul 06.30 WIB. Seorang penumpang tewas. Sopir Avanza sendiri mengaku terpaksa banting stir lalu masuk jurang karena melihat hantu melintas di tengah jalan.

Mobil yang masuk jurang itu adalah travel trans 88 bernomor polisi BK 130 M yang dikemudikan Asdir Siburian (22). Mobil itu datang dari Medan hendak ke Dolok Sanggul. Sementara korban tewas adalah Elpina Br Silaban (60) warga Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Sementara korban luka-luka yakni A Siburian (22) warga Lintong Nihuta Kabupaten Humbahas, Wilfrien Hutasoit (60) warga Lintong Nihuta Kabupaten Humbahas, dan seorang lagi bermarga Hutasoit warga Dolok Sanggul.

Sopir Avanza Marwan Siregar (24) di kantor Sat Lantas Tobasa kepada METRO mengatakan, sebelum mobil terjun ke jurang Sipintu-pintu perbatasan Kabupaten Tobasa dengan Kabupaten Taput, awalnya dia melihat hantu melintas dari jalan. Dia pun berusaha menghindar.

“Ketika berada di tikungan pertama, saya sudah melihat hantu perempuan muda berpakaian warna putih. Saya sudah mengklakson agar dia menghindar, namun entah kenapa saya mengikuti dia menuju arah jurang itu. Dan ketika saya tersadar, ternyata kami sudah berada di tepi jurang dan tak terelakkan lagi, mobil sudah terjun,” ujar Marwan Siregar yang mengaku sebagai sopir cabutan alias sopir cadangan.

Baca Juga :  Inggris Kalah Lagi, Hodgson: Kami Hancur

Ketika mobil berada di jurang, Marwan Siregar yang hanya mengalami luka ringan itu, mengatakan dia sendiri lah yang mengeluarkan penumpang dari dalam mobil.

“Tiga orang penumpang itu sayalah yang mengeluarkannya dari dalam mobil itu. Setelah sudah saya keluarkan saya berusaha naik ke atas, guna minta pertolongan,” sebut Marwan.

Mobil yang dikemudikan Marwan Siregar sendiri berangkat dari Medan sekira pukul 12.00 WIB hendak menuju Dolok Sanggul. Sedangkan penumpang mobil awalnya 6 orang, namun dua orang sudah turun di Siantar dan Balige.

“Sebenarnya saya sendiri adalah supir cabutan, sedangkan supir aslinya ini adalah Asdir Siburian yang saat itu duduk di samping saya, namun karena minta tolongnya supirnya itu sama saya, karena dia sudah ngantuk,” ujar Marwan Siregar, seraya mengatakan, mulai dari Medan hingga kejadian itu dia sendirilah yang mengemudi mobil tersebut.

Asdir Siburian yang saat ini masih terbaring di Rumah Sakit HKBP Balige, ketika dimintai informasi mengatakan, saat peristiwa itu dia sendiri sedang tidur, sehingga dia tidak mengetahui bagaimana kronologisnya.

“Sejak dari Medan saya sudah tertidur, dan tidak mengetahui bagaimana awal kejadiannya. Namun, yang saya ingat saat mobil terbalik dan berguling-guling hingga beberapa kali. Ketika berada di bawah, saya sendiri telah terjepit bangku,” kata Asdir Siburian.

Selain korban meninggal, Asdir Siburian sendiri mengalami luka parah patah pinggang, sedangkan dua orang penumpangnya hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Baca Juga :  Satpol PP Tertibkan PKL di Sekitar Pasar Sangkumpal Bonang

Kasat Lantas Tobasa Tamba Hutagaol ketika dikonfirmasi melalui Bagian Laka I Manik membenarkan kejadian itu. Dalam peristiwa lakalantas itu satu orang korbannya meninggal dunia sedangkan tiga orang lagi mengalami luka ringan dan luka parah.

“Saat ini kami masih memintai keterangan dari sang Sopir,” kata I Manik. (mag 3)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*