Kabupaten Karo Siaga Letusan Sinabung

Lava yang keluar dari perut gunung Sinabung saat dilihat dari Tiga Pancur, Karo, Sumatra Utara, (16/2). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Medan – Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, siaga menghadapi kemungkinan erupsi Gunung Sinabung yang kembali aktif. Gunung api yang kembali erupsi sejak dua tahun lalu ini kembali memuntahkan lava pijar, kemarin malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Karo Jhonson Tarigan mengatakan sejumlah permukiman di sebelah Timur dan Tenggara Gunung Sinabung, yakni di Desa Namanteran, Sukandbedi, Desa Sigarang-garang, dan Desa Sukanalu terkena hujan debu vulkanik sejak kemarin hingga pagi tadi.

“Namun, siang ini hujan debu mulai berhenti dan cuaca cerah. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Karo tetap siaga menghadapi kemungkinan erupsi susulan,” kata Tarigan kepada Tempo, Senin, 30 Juni 2014.

Menurut Tarigan, kesiapan pemerintah setempat ditunjukkan dengan menyediakan puluhan ribu masker, menyiagakan petugas dari dinas kesehatan, dan berbagai jenis obat-obatan serta mobil pemadam kebakaran. “Semua sistem dan peralatan disiagakan di Posko Utama Bencana Sinabung di halaman gedung DPRD Karo,” ujar Tarigan.

Gunung Sinabung yang berstatus siaga (level III) kembali meletus kemarin malam sekitar pukul 19.29 WIB. Tinggi kolom letusan 4.000 meter dan luncuran awan panas 4.500 meter ke arah tenggara.

Hingga saat ini jumlah pengungsi 14.382 jiwa (4.475 kepala keluarga) terdiri dari 13.170 jiwa, (4.105 kk) di 28 titik penampungan dan 1.212 jiwa (370 kk) di hunian sementara/rumah sewa. “Erupsi kemarin malam tidak menambah jumlah pengungsi,” tutur Tarigan.

Baca Juga :  Plt Gubernur Sumut: Pilkada Kota Medan Aman tapi Sepi

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemerintah memberikan uang sewa rumah kepada pengungsi yang direncanakan untuk direlokasi nantinya. Perbaikan rumah warga yang sudah diperbolehkan pulang dilakukan melalui karya bakti bersama warga desa memperbaiki atap rumah yang rusak.

Rincian rumah yang sudah diperbaiki: 258 unit rumah di Desa Sukanalu, 91 unit rumah di Desa Selandi Lama, 205 unit rumah di Desa Sigarang-garang, 113 unit rumah di Desa Kebayakan, 152 unit rumah di Desa Kutarakyat, dan 100 unit rumah di Desa Kutagugung./TEMPO.CO,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*