Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkit

sumber: www.analisadaily.com

chikungunya fever chikungunya cover Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga TerjangkitDinas Kesehatan Sumatera Utara menyatakan status Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Chikungunya terkait semakin meningkatnya kasus penyakit itu dalam beberapa pekan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Chandra Syafei SpOG, di Medan, Jumat, mengatakan, hingga kini tercatat 90 orang warga Madina terserang chikungunya dan jika tidak secepatnya diantisipasi dikhawatirkan penyebarannya terus meningkat.

“Penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini sangat cepat di daerah itu. Kalau kasusnya sudah meningkat begini maka daerah itu kita tetapkan KLB,” katanya.

Ditemui pada simposium internasional “Politics and People’s Health in ASEAN Countries” yang digelar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sumut di Medan, 16-17 Oktober, ia menyebutkan, pihaknya sudah menurunkan tim investigasi ke daerah itu.

Tim yang terdiri dari lima orang ahli kesehatan itu bertugas untuk memastikan penyebab cepatnya merebak kasus penyakit chikungunya di daerah itu.

Berdasarkan laporan yang nantinya akan diterima dari tim tersebut, pihaknya kemudian akan melanjutkan dengan beberapa tindakan lainnya.

Nyamuk penyebar chikungunya sama jenisnya dengan nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD), hanya virusnya saja yang berbeda dan nyamuk jenis ini berkembang biak terutama di daerah-daerah yang banyak tumbuhan.

Dua tahun belakangan ini banyak kasus chikungunya yang terjadi di luar kota Medan terutama daerah yang banyak pohon-pohonnya. Penyebarannya juga lebih luar biasa jika dibandingkan dari DBD, tetapi tingkat kematian nyaris tidak ada.

“Masalahnya banyak yang tidak tahu penyakit ini. Dengan gejala ngilu, pegal-pegal seperti lumpuh dan tidak disembuhkan pun akan baik sendiri. Namun, sekali lagi kita butuh kekebalan tubuh yang baik untuk menghindari penyakit,” katanya.

Di Tapsel

Sementara, Informasi dihimpun Analisa di Desa Huta Baru Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan, penyakit itu sudah dua pekan terakhir merebak di daerah tersebut, dan setiap harinya ada warga yang terserang.

Menurut salah seorang penduduk setempat Fian Harahap (25), hampir seluruh masyarakat yang berada di daerah tersebut sudah terjangkit wabah chikungunya. “Pokonya dalam setiap rumah tangga , satu orang keluarganya pasti ada yang menderita penyakit itu,”ujarnya.

Hal senada juga diutarakan M. Rajab Harahap (50) yang mengaku khawatir atas cepatnya penyebaran penyakit chikungunya tersebut. “Bila tidak segera diatasi bisa-bisa seluruh warga dapat terserang, “katanya.

Dijelaskan, gejala awal yang dialami puluhan warga itu, demam tinggi, disertai pusing, dan merasa kedinginan serta tidak mau makan. Satu hari pasca terserang, kulit para penderita itu terlihat bintik-bintik, dan sangat gatal serta tidak bisa bergerak atau jalan seperti orang lumpuh.

Rajab mengatakan, rata-rata warga yang terserang penyakit diduga chikungunya kalangan dewasa dan anak-anak.

Diakuinya, sampai saat ini warga yang terkena penyakit chikungunya baru memeriksakan diri ke mantri kesehatan yang membuka praktek di kawasan itu.

“Setiap hari ruang praktek mantri Mansyur dipenuhi pasien yang berobat akibat diserang penyakit yang ciri-cirinya mirip chikungunya dengan sekali berobat dikenai biaya Rp 50.000 perpasien, “katanya.

Belum Terpantau

Disinggung apakah Pemkab setempat sudah mengetahui hal itu Fian mengatakan, sampai saat ini serangan chikungunya tersebut belum terpantau pihak pemerintah setempat. “Kami berharap Pemkab Tapsel, segera menurunkan tim kesehatan, karena sampai saat ini warga belum mendapatkan perobatan yang maksimal,” ungkapnya.

Salah seorang warga Desa Huta Baru yang terkena chikungunya Hotma (12) kepada Analisa menyebutkan, awalnya dia mengalami panas tinggi disekujur badannya, diikuti seluruh tubuhnya terasa lemas, mata panas dan berair.

Selanjutnya, setelah satu hari tidak bisa lagi berjalan ataupun berdiri, kakinya seperti orang lumpuh, karena tidak bisa bergerak. “Sampai saat ini saya belum mampu menggerakkan kaki karena terasa lumpuh, “ujarnya.

Intruksi

Bupati Tapanuli Selatan Ongku P Hasibuan saat dikonfirmasi mengatakan, telah mengintruksikan Kadis Kesehatan Sarmadhan beserta tim untuk segera terjun kelokasi.

“Saya sudah intruksikan Kadis Kesehatan untuk segera terjun kelokasi guna mengatasi wabah chikungunya yang sedang melanda desa tersebut,” katanya. (ant/hih)

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkitfacebook Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkittwitter Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkitlinkedin Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkitemail Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkitprint Kabupaten Madina KLB Chikungunya ; Di Tapsel Puluhan Orang Juga Terjangkit

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*