Kabupaten Madina Tuan Rumah Popdasu

MEDAN (Berita): Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu), Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diharapkan bisa memberikan kenyamanan kepada ribuan atlet dan offisial yang akan berlaga di ajang tersebut. Harapan itu disampaikan perwakilan daerah kabupaten/kota yang hadir pada rapat koordinasi di Aula Disporasu, kemarin.

Para wakil daerah yang membidangi olahraga di daerah masing-masing baik dinas pemuda dan olahraga (Dispora) atau bidang olahraga di instansi kabupaten kota itu berharap Popdasu di Mandailing Natal lebih baik dari Popdasu yang pernah digelar sebelumnya di beberapa daerah. Terakhir, dua tahun lalu di Tanjungbalai.

“Pada prinsipnya, semua daerah yang merupakan peserta Popdasu dan Kadisporasu juga berharap agar panitia Popdasu bisa menjalankan even ini lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Kasubdis Bina Keolahragaan Disporasu, Drs Darwis Siregar didampingi Kasubdis Sarana Prasarana Drs Sujamrat Amro MM, Sekretaris Disporasu Drs Suwandono kepada wartawan seusai rapat.

Diakui, pelaksanaan multi even yang melibatkan lebih dari 2.000 atlet dan ofisial di daerah kabupaten/kota memang bukan hal mudah. Bukan cuma soal venue yang terbatas, tapi juga sarana prasarana seperti penginapan dan akomodasi.
Dalam rancangan panitia lokal, dalam hal ini Disporabudpar Madina, pada Popdasu yang akan digelar pada 24-30 Juni 2012 ini, beberapa sekolah jadi pilihan untuk penginapan atlet.

Kondisinya jelas tidak akan senyaman seperti menginap di hotel.
Ketua Bapopsi Sumut H Sakiruddin SE MM juga memandang persoalan ini perlu menjadi perhatian serius. Untuk level Popda di banyak daerah, memang panitia lokal hanya mampu menyediakan ruang besar seperti sekolah, bagi atlet.

Baca Juga :  MU Dekati "Messi" dari Asia

Soalnya, penginapan sangat terbatas. Namun, Sakiruddin berharap panitia memperhatikan mengenai keamanan dan kenyamanannya. “Tempat tidurnya harus diberi alas agar kelembaban lantai tidak mempengaruhi atlet.

Dan perlu juga menutup semua ruangan agar tidak masuk nyamuk sehingga anak-anak bisa istirahat dengan nyaman,” singgung Sakiruddin yang juga meminta panitia memperhatikan pengadaan sarana mandi cuci dan kakus (MCK).

Selain itu, peserta juga menyinggung soal pengadaan konsumsi bagi atlet. Bukan soal nilai makanannya, namun lebih pada ketepatan jadwal makan yakni konsumsi harus sudah sampai ke atlet minimal 2 jam sebelum bertanding. Sebab atlet punya jadwal makan khusus yang tidak bisa dilanggar.

Kadisporabudpar Madina Ansor Nasution SPd MM dan Kabid Olahraga Rahmat Hidayat SPd menyambut positif kekhawatiran peserta Popdasu. Sebagai pembina olahraga di daerahnya, mereka juga merasakan sebagaimana yang dirasakan para atlet daerah lain.

Karena itu, mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi para kontingen peserta Popdasu. “Dengan segala keterbatasan yang ada di Madina, kami berupaya memberikan yang terbaik, terutama dalam hal sarana prasarana dan konsumsi peserta,” tegas Ansor Nasution. (irm)

Smber: beritasore.com

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Penerima Kalpataru Akan Kembalikan Penghargaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*