Kabut Asap Kian Pekat, Sekolah di Riau Terancam Libur Massal

Foto udara suasana Kota Pekanbaru yang terlihat mulai diselimuti kabut asap tipis dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Minggu (28/8/2016). Kebakaran hutan dan lahan yang masih terus terjadi di Provinsi Riau mengakibatkan sejumlah daerah mulai diselimuti kabut asap. (JIBI/Solopos/Antara/Rony Muharrman)

Foto udara suasana Kota Pekanbaru yang terlihat mulai diselimuti kabut asap tipis dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Minggu (28/8/2016). Kebakaran hutan dan lahan yang masih terus terjadi di Provinsi Riau mengakibatkan sejumlah daerah mulai diselimuti kabut asap. (JIBI/Solopos/Antara/Rony Muharrman) PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau belum mengeluarkan instruksi untuk meliburkan aktivitas belajar di sekolah, meski kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di daerah itu kian pekat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamsol, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas pendidikan di kabupaten dan kota daerah tersebut.

“Kami masih terus melakukan koordinasi, kalau kondisi udara tidak memungkinkan bagi aktifitas belajar, segera layangkan surat ke kami,” katanya di Kantor Gubernur Riau, Senin (29/8/2016).

Kamsol menjelaskan dengan adanya surat resmi dinas pendidikan kabupaten atau kota, pihaknya akan menyampaikan kepada gubernur untuk segera dibahas. Bahkan bila kondisi udara sudah mengkhawatirkan kesehatan anak-anak atau pelajar, dinas pendidikan setempat boleh menginstruksikan kegiatan belajar diliburkan.

Dari kondisi saat ini, kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan mulai menyelimuti sejumlah wilayah daerah tersebut seperti Kota Dumai, Duri Bengkalis, dan Kota Pekanbaru. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan belum meliburkan kegiatan belajar di daerahnya. “Karena kami masih harus melakukan koordinasi dengan dua satker lainnya yaitu BLH, dan Diskes,” katanya.

Baca Juga :  Universitas Graha Nusantara (UGN) Direkomendasikan Jadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Jamal menjelaskan saat ini kondisi udara di Pekanbaru belum pada level mengkhawatirkan. Karena itu, aktivitas belajar masih berjalan seperti biasa. Hingga saat ini Provinsi Riau masih menjadi daerah penyumbang titik api dan titik panas paling banyak di Sumatra.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat pantauan Satelit Terra dan Aqua Riau menyumbang 145 titik panas dari 167 titik panas di Sumatra. Titik panas di Riau paling banyak ditemukan di Rokan Hilir dengan 100 titik, Siak 18 titik, Rokan Hulu 6 titik, Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing 5 titik, Bengkalis dan Kampar masing-masing 4 titik dan Kepulauan Meranti, serta Dumai dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.

Kebakaran hutan dan lahan itu membuat kabut asap mulai menyelimuti Pekanbaru, Duri Bengkalis, Dumai dan daerah lainnya. Kabut asap juga menyebar hingga ke Malaysia dan Singapura. Kualitas udara di beberapa daerah di Riau juga mulai menurun, dari level sedang sampai ke level tidak sehat atau dengan indeks pencemaran udara di atas 200.

Solopos.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*