Kabut Asap Menipis di Kota Padangsidimpuan

Kabut Mulai Hilang Langit Kota Padangsidimpuan terlihat tidak lagi diselimuti kabut asap sejak empat hari terakhir ini, Senin (2/11). (medanbisnis/ ikhwan nasution)

Padangsidimpuan. Hampir sepekan ini, kabut asap semakin menipis di langit kota Padangsidimpuan. Bahkan terkadang kabut asap tdiak terlihat lagi di daerah berjuluk ‘Bumi Dalihan Natolu’ tersebut. Kondisi ini tentu saja disyukuri masyarakat yang sejak berminggu-minggu hidup dengan menghirup asap.

Warga yang berlalu lalang berkendaraan di jalan raya terlihat tidak ada lagi yang memakai masker, padahal biasanya warga khususnya pengendara setiap ahri ramai menggunakan masker. Bahkan biasanya setiap hari ada saja pembagian masker gratis di jalan raya, namun kini tidak ada lagi.

Pantauan Medan Bisnis, Senin (2/11), kabut asap yang biasanya cukup tebal di pagi hingga sore hari tidak terlihat lagi, aktivitas warga di tempat olahraga, pusat perbelanjaan atau di pusat keramaian kota terlihat normal. Wargapun tidak segan lagi keluar rumah.

Kabut asap menghilang diduga karena Kota Padangsidimpuan beberapa hari terakhir diguyur hujan. Penjual atau pedagang masker yang kerap berjejal di pinggir jalan raya tidak terlihat lagi diduga peminat masker berkurang drastis.

Sekolah PAUD, TK, SD dan SMP yang sempat diliburkan selama empat hari kini aktif kembali seperti biasa. Tidaka da lagi siswa/i terlihat memakai masker.

“Saya tidak sesak lagi bernafas, udara semakin baik,makanya saya tidak lagi memakai masker,” kata seorang ibu saat berbelanja di Pasar Raya Sangkumpal Bonang.

Baca Juga :  Program Legislasi Daerah Kabapaten Palas 2015 Disepakati

Hal sama diungkapkan warga yang mengatakan sejak beberapa hari ini sudah tidak merasakan lagi kabut asap yang biasanya cukup tebal sehingga menggangu pernafasan yang berdampak terhadap tenggorkan, hidung dan paru.”Mudah-mudahan asap tidak datang lagi ke daerah kita,” kata pengendara sepeda motor.


MedanBisnis – (ikhwan nasution)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*