Kabut Asap Pekat – Nelayan Pantai Barat Madina Takut Melaut

Panyabungan. Kabut asap yang pekat di udara Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengganggu aktivitas nelayan. Akibat kabut asap, nelayan di Pantai Barat Madina tak melaut. Sebab, jarak padang hanya berkisar 200 meter.
Masriadi seorang nelayan di Batahan wilayah Pantai Barat Madina kepada MedanBisnis, Jum’at (9/10), mengatakan semenjak kabut asap menyelimuti awan Madina banyak nelayan di daerah itu mengurangi aktivitasnya mencari ikan di laut.

Sebab, nelayan saat mencari ikan kabut asap menghalangi pandangan nelayan.
“Dalam beberapa pekan ini hasil tangkapan para nelayan di sini menurun hingga 30%, penyebabnya termasuk kabut asap ditambah dengan cuaca yang ekstrem,” jelasnya.

Masriadi mengakui, ketika sedang melaut kabut asap datang para nelayan terpaksa pulang. Karena nelayan takut terjadi kecelakaan di laut akibat jarak pandang hanya sekitar 200 meter saja.

“Makanya dengan kondisi sekarang perekonomian nelayan morat marit, perlu penangan serius oleh pemerintah dalam mengatasi kabut asap ini,” ungkapnya.

Hal senada juga ditambahkan nelayan lainnya Supri bahwa sejak musim kabut asap dan cuaca ekstrem dirinya terpaksa mengurangi pergi melaut untuk mencari ikan. Mereka terkadang hanya berani mencari ikan di pinggir laut saja tidak berani ke tengah laut karena takut celaka.

“Kabut ini sangat menggangu, sehingga kita hanya berani mencari ikan di pinggir, tahulah hasilnyapun itu hanya sedikit. Kami saat ini hanya menunggu kapan kabut asap itu hilang sehingga kami kembali melaut seperti biasa,” harapnya.

Baca Juga :  Tahalak Aek Mardogu Bantu Petani Arse

MEDANBISNIS-(zamharir rangkuti)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*